Ribuan Tanaman Paprika di Tutur Diserang Hama Trip

Pemilik paprika, Hariyanto saat memanen sayuran paprika di kebunnya di Desa Gendro, Kec Tutur, Kab Pasuruan, Kamis (6/4) sore. Naiknya komoditas sayuran ini dikarenakan diserang hama trip. [hilmi Husain/bhirawa]

Pemilik paprika, Hariyanto saat memanen sayuran paprika di kebunnya di Desa Gendro, Kec Tutur, Kab Pasuruan, Kamis (6/4) sore. Naiknya komoditas sayuran ini dikarenakan diserang hama trip. [hilmi Husain/bhirawa]

Pasuruan, Bhirawa
Harga komoditi sayuran yakni paprika di Kab Pasuruan naik tajam. Itu karena tanaman asli dari Amerika Selatan ini diserang hama trip. Sehingga hasil panennya menurun drastis.
Hama trip merupakan sejenis serangga dan mulai menyerang sejak sebulan yang lalu. Hama itu menyerang pada buah yang mengakibatkan daun tanaman bisa mengecil serta buah jadi mengkerut.
Salah satu pemilik lahan paprika, Hariyanto menyatakan, sekitar 2 ribu tanaman paprika diserang hama trip. Dampaknya, tanaman paprika yang sedang berbuah tak bisa besar.
”Sebulan yang lalu hama trip menyerang tanaman paprika kami. Sekitar 2 ribu tanaman paprika rusak, sehingga kamipun merugi,” ujar Hariyanto, sekaligus petani paprika, Rabu (6/4) sore.
Kondisi itu menjadikan hasil panen jauh menurun. Biasanya dalam sehari saat panen, satu pohon bisa mencapai 3 kilogram, namun karena diserang hama hanya 1 hingga 1,5 kilogram.
Tentusaja, kondisi itu menjadikan harga paprika yang tumbuh subur di dataran tinggi Tutur mengalami kenaikan, yang mencapai Rp10 ribu per kilogram. Termasuk juga permintaan pasar di kota besar yang begitu pesat.
”Sebelum terkena hama, harga paprika warna hijau dijual Rp12 ribu per kilogram, untuk warna merah Rp18 ribu per kilogram. Selanjutnya, karena permintaan di kota-kota besar akan paprika ini bertambah dan buahnya berkurang, sehingga naik Rp22 ribu per kilogram untuk warna hijau dan Rp32 ribu per kilogram untuk warna merah,” jelas Hariyanto
Sejauh ini, Hariyanto bersama pemilik lahan lainnya, sudah menanggulangi agar terhindar dari hama itu dengan menjaga kebersihan di sekitar tanaman paprika. Padahal tanaman paprika yang ditanam di Tutur sudah memakai sistem green house dari plastik putih agar terlindung gangguan hama. Tapi masih saja ada hama masuk ke area tanaman paprika. Dan untungnya saat ini hama itu sudah agak menurun.
Tanaman paprika merupakan salah satu potensi bidang pertanian di Kab Pasuruan. Hingga kini, sayuran dari Tutur mampu menembus pasar di berbagai daerah di Indonesia.
Bahkan, paprika dari Pasuruan merupakan paprika terbaik se Indonesia. Selain kulitnya tebal, sayuran ini lebih gurih dan renyah.
”Hingga kini, paprika Pasuruan masih dikirim ke rumah makan dan hotel di seluruh Indonesia. Pasar luar negeri yakni Singapura juga pernah. Masyarakatpun sekarang sudah mulai mengenalinya. Apabila para pria mengkonsumsi paprika, keperkasaannya semakin tinggi. Penyajian paprika, biasanya dicampur dengan oseng-oseng ikan atau lainnya,” kata Hariyanto. [hil]

Tags: