Ratusan Siswa SMA Ikuti UNPK Paket C

Siswa SMA non formal saat mengikuti UN melalui UNPK Paket C di SDN Penarukan, Kec Kepanjen, Kabupaten Malang. [cahyono/bhirawa]

Siswa SMA non formal saat mengikuti UN melalui UNPK Paket C di SDN Penarukan, Kec Kepanjen, Kabupaten Malang. [cahyono/bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Ujian Nasional (UN) yang dimulai sejak hari Senin (4/4), tidak hanya diikuti siswa SMA/MA/SMK yang berpendidikan formal saja. Namun juga diikuti siswa yang menjalani pendidikan non formal yakni dengan mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C secara serentak.
Peserta UNPK dibagi dua lokasi, lokasi pertama di Sekolah Luar Biasa (SLB) Aksara Cendikia dengan jumlah siswa 62 orang. Lokasi kedua di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Penarukan dengan jumlah siswa 49 orang. Sehingga total siswa yang mengikuti UNPK Paket C sebanyak 111 orang.
“Kedua lokasi UNPK tersebut berada di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang,” kata Ketua Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Supangat Widodo, Rabu (6/4), saat berada di lokasi UNPK di SDN Penarukan, Kecamatan Kepanjen, kabupaten setempat.
Ia menjelaskan, UNPK Paket C ini digelar dengan memanfaatkan tiga ruang ujian, yakni masing-masing ruang di awasi sebanyak dua orang pengawas yang berasal dari PKBM dan guru sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri MTsN Malang sebanyak tiga orang, tiga orang guru SMP Muhammadiah Kepanjen, dan dari staf kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Pendidikan (UPTD Dindik) Kabupaten Malang, Kepanjen.
Peserta UNPK Paket C tersebut,  kata Supangat, sama halnya dengan siswa SMA/MA/SMK formal, sehingga mereka mengikuti ujian sesuai dengan jadwal soal materi yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).
Sementara, UNPK saat ini menjadi salah satu penentu kelulusan siswa.
“Sebab, kelulusan siswa pendidikan non formal juga ditentukan oleh sekolah yang dilihat dari nilai rapor dan nilai ujian sekolah,” terangnya.
Sementara itu, salah satu siswa SMA yang mengikuti UNPK Paket C, yang saat ini sebagai Pamong Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang Sunarko, dirinya mengikuti UMPK ini, selain untuk kepentingan strata pendidikan dirinya, hal ini juga untuk memberikan contoh kepada anak-anaknya tentang pentingnya pendidikan.
“Karena menuntut  ilmu atau pendidikan tidak ada batasan usia. Sehingga meski saya ini sudah berusia senja masih punya semangat untuk menyelesaikan pendidikan SMA program Paket C. Padahal, saya mengikuti UNPK Paket C ini tidak ada pengaruhnya terhadap karir pekerjaan karir saya,” kata dia. [cyn]

Rate this article!
Tags: