Promosi Wisata dan Produk Unggulan, Gelar Jazz Solawat di Bondowoso

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Bondowoso, Bhirawa
Untuk mensosialisasikan berbagai potensi yang dimiliki Bondowoso baik dalam bidang pariwisata maupun produk unggulan local, Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni trus berkreasi, bahkan salah satu even yang bakal segera di gelar dengan tidak meninggalkan nilai religius Bondowoso sebagai kota santri, yaitu Jazz Solawat Bondowoso yang menurut rencana akan digelat di Alun-Alun Bagus Assra bulan Mei mendatang.
Dengan mendatangkan Even Organiser (EO) ternama dari Jakarta yang dikomandani Khorul Anwar,  Bupati berdiskusi khusus untuk mensukseskan acara tersebut bertempat di Pendopo Bupati, Rabu (13/4) kemarin.
Menurut Bupati dalam kegiatan tersebut selain bersolawat yang nantinya juga akan diiringi music Jazz, juga diharapkan menjadi ajang promosi wisata untuk mensosialisasikan berbagai destinasi wisata yang dimiliki Bondowoso, diantaranya mensosialisasikan jalur wisata menuju Kawah Ijen lewat jalur Bondowoso yang bisa menemukan destinasi tambahan, diantaranya kebun Kopi Rakyat, Megasari, Perkebunan Stowberi, Kawah Wurung, Air Terjun Blawan, Mandi air Panas, Kalipahit dan kawah Ijen.
“Dalam kegiatan yang juga mendatangkan artis Jazz Nasional itu kita juga akan menjadikan ajang promosi wisata khususnya menuju Kawah Ijen lewat Jalur Bondowoso yang akan menemukan banyak tambahan destinasi wisata,” kata Bupati Amin.
Selain itu kegiatan tersebut juga akan menjadi ajang promosi produk unggulan local yang saat ini sudah mampu menembus pasar eropa khususnya Swiss dan Timur Tengah yaitu Kopi Arabika Rakyat yang pusatnya di kecamatan Sumber Wringin.
“Jadi tentu nantinya para wisatawan tidak akan merasa lengkap jika tidak menikmati Kopi Asli produk Rakyat Bondowoso dengan berbagai jenis diantaranya arabika, robusta, loak dan lainnya,” katanya.
Sementara itu Khorul Anwar yang saat itu didampingi tim kreatifnya yaitu Naning Yusuf dan Yatimul Ainun mengungkapkan jika kegiatan yang dirancang tersebut akan dilaksanakan bersama Ijen Festival yang bakan digelar Bondowoso pada bulan Mei mendatang, sehingga diharapkan nantinya mata dunia akan melirik Bondowoso yang memiliki banyak potensi berbasis desa.
“Saat ini para wisatawan itu sudah lebih melirik pada destinasi wisata berbasis desa bukan pada wisata buatan, sehingga petensi Bondowoso yang masih alami ini kami yakin akan banyak diminati,” katanya.
Khusus untuk produk local kopi menurut Khoirul yang sebelumnya sudah menurunkan tim untuk melihat langsung dilapangan, merupakan juka salah satu destinasi wisata perkebunan, sehingga selain memiliki potensi ekonomi produksi juga sangat cocok untuk menjadi wisata perkebunan.
“Potensi ini tentu akan mampu tersosialisasi dengan baik melalui kegiatan yang bersifat produktif tanpa meninggalkan budaya local dan kami memilih memadukan antara Solawat dan Jazz yang akan seiring sejalan membangun Bondowoso,” katanya. [har]

Tags: