Petani Sayur Kota Batu Mengalami Kerugian

6-nas-sayurKota Batu, Bhirawa
Kebijakan Pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar, ternyata tidak berimbas dengan harga sayur mayur di Pasar Tradisional Kota Batu. Harga sayur mayur tetap tinggi di tingkat pedagang.
Saat ini harga bawang merang dan cabe rawet masih tetap di kisaran Rp50 ribu per kilogramnya. Sedangkan harga tomat masih berkisar Rp10.000 per kilogram.
“Sedangkan untuk brokoli, komis, dan sawi masih tetap di angka Rp 8000 per ikatnya,”ujar pedagang. Sayur di Pasar Tradisional Kota Batu, H.Sarofah, Selasa (5/4) kemarin.
Tetap tingginya harga sayur di Pasar Tradisional Batu ini berakibat menurunnya jumlah pedagang maupun pembelinya. Karena itu, jumlah sayuran yang berhasil terjual juga menurun.
Jika semula dalam sehari seorang pedagang bisa menjual hingga 50Kg sayuran, maka saat ini menurun hingga 25Kg saja.
Menurunnya daya beli masyarakat ini praktis membuat pendapatan sejumlah pedagang di Pasar Kota Batu ikut menurun.  Diduga, tingginya harga sayur mayur ini diakibatkan pasokan dari para petani berkurang. Hal ini diakibatkan curah hujan di Kota Batu masih cenderung tinggi hingga beberapa minggu terakhir.
“Para petani banyak yang merugi akibat banyak tanaman sayur mereka yang rusak akibat terkena hujan,” ujar Petani sayur di Torongrejo, Abdul Rochim. [nas]

Tags: