Pemkab Anggarkan Rp 13 Miliar untuk Pengerukan Waduk Pacal

Kepala-Dinas-pengairan-Kabupaten-BojonegoroEdi-Susanto.-[achmad-basir/bhirawa]

Kepala-Dinas-pengairan-Kabupaten-BojonegoroEdi-Susanto.-[achmad-basir/bhirawa]

Bojonegoro, Bhirawa
Upaya menormalisasi waduk pacal, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tahun  ini berencana menganggarkan dana pengerukan endapan lumpur dalam Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, sebesar Rp 13 miliar. Pengerukan waduk dilakukan lantaran tingkat sedimentasi waduk sudah dinilai terlalu tinggi.
“Rencananya pengerukan waduk akan dikerjakan melalui proyek multi years atau tahun anggaran jamak, selama tiga tahun, yakni mulai tahun 2016 sampai 2018,” ungkap Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro, Edi Susanto, Rabu (6/4), kemarin.
Menurut Dia, saat ini kondisi papan duga Waduk Pancal menunjukan angka sekitar 113 physical. “Jika kondisi normal waduk tersebut bisa menampung air hingga 2 ribu juta lebih. Waduk Pacal sendiri mengalami pendangkalan sudah cukup lama,” ujarnya.
Hal itu disebabkan karena di sisi tepi waduk itu sendiri kondisinya sudah gundul tidak ada pepohonan, sehingga air yang bercampur dengan tanah dengan cepat  larut ke dalam perut waduk. “Ini kalau tidak kita keruk sendimen lumpur itu daya tampungnya yang pasti akan berkurang,” pungkasnya.
Sementara dampak dari berkurangnya air tampungan tersebut.Ia menjelaskan jaringan irigasi Waduk Pacal, dalam kondisi normal mampu mengairi areal pertanian lebih dari 16.000 hektare.  Tapi, lanjut dia, jaringan irigasi Waduk Pacal, yang dibangun di zaman Belanda, karena banyak rusak, sehingga hanya mampu mengairi areal pertanian sekitar 6.000 hektare. [bas]

Tags: