Launching Balai Uji KIR Dijadwalkan Akhir April

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto

Kota Malang, Bhirawa
Kepala Dinas Perhubungan Handi Priyanto, Senin (11/4) kemarin menuturkan, jika Grand Launching Balai Uji KIR di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, akan dilaksanakan pada akhir April ini.
Menurut Handi, rencana awalnya dilakukan pada Awal April bertepatan dengan HUT ke 102 Malang. Tetapi karena pekerjaan meubeler belum selesai sepenuhnya, jadi ditunda hingga akhir April ini.
“Kita harapkan selesai dalam waktu dekat. Tetapi jika akhir bulan ini meubeler belum juga selesai, maka launching, kita tunda sampai bulan Mei,”tuturnya.
Dikatakan dia, rencana awal launching balai uji kir Bulan April, tapi ternyata proses pembuatan meubeler membutuhkan waktu yang cukup lama, namun pihaknya sudah mendorong kepada pembuatnya, agar segera menyelesakan.
Disampaikan dia, anggaran pengadaan meubeler untuk Balai Uji KIR, masuk dalam APBD 2016, sedangkan untuk pembangunan fisik gedung menggunakan APBD tahun 2015. Jika meubeler selesai pihaknya akan melakukan soft launching dahulu selama satu Minggu untuk menguji kesiapan alat. Setelah soft launching berjalan, maka Dishub langsung melakukan Grand Launching dan siap menguji kendaraan masyarakat secara profesional.
Terkait dengan operasi Balai Uji KIR disampaikan Handi, jika operasionalnya selama 8 jam dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Uji KIR menggunakan drive thru, estimasi waktu untuk menguji kendaraan diprediksi lebih cepat daripada menggunakan sistem manual. Karena alat yang digunakan adalah full elektronik untuk pengujian kendaraan jadi waktunya lebih cepat.
Caranya pengemudi nantinya cukup memberikan dokumen uji di loket yang sudah disediakan, dan saat itu pula kendaraan langsung dilakukan Uji KIR. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk tiap kendaraan kurang dari 30 menit.
“Itu yang membedakan, dengan sistem manual. Kalau sistem manual mereka hari ini menyerahkan berkas ke loket, besok baru kendaraannya diuji, tapi ini tidak, sekarang menyerahkan berkas saat itu juga di uji,”tandasnya.
Handi mengakui jika tenaga yang dibutuhkan 58 sampai 60 pekerja agar bisa melayani ratusan kendaraan tiap harinya. Saat ini masih ada 17 orang teknisi, jumlah itu masih kurang dan akan diajukan lagi ke Pimpinan agar ada penambahanteg.
Sementara itu terkait dengan Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balai Uji KIR tahun ini dipatok Rp 2 Miliar dan akan dihitung kembali oleh Dishub, jika sudah operasional. Pihaknya optimis target PAD lebih dari itu, sehingga nanti di PAK pastinya akan ada penambahan.  [mut]

Tags: