Kopi Wajib SNI, Bangkitkan Usaha IKM Lokal dan Tekan Produk Tak Kualitas

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf bersama sejumlah IKM kopi Kabupaten Pasuruan, Minggu (3/4). Diberlakukannya wajib SNI bagi kopi yang beredar di Indonesia tentu akan bangkitkan produk IKM kopi lokal. [hilmi husein]

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf bersama sejumlah IKM kopi Kabupaten Pasuruan, Minggu (3/4). Diberlakukannya wajib SNI bagi kopi yang beredar di Indonesia tentu akan bangkitkan produk IKM kopi lokal. [hilmi husein]

Pasuruan, Bhirawa
Diberlakukannya wajib SNI oleh pemerintah bagi kopi yang beredar di Indonesia per 1 Juli 2016 dianggap bisa melindungi produksi kopi bubuk IKM lokal. Sekaligus, menekan peredaran kopi instan yang tidak berkualitas.
Ketua Forum Komunikasi UKM Kabupaten Pasuruan, Krisnawa mengungkapkan pemberlakukan SNI kopi instan itu akan berdampak bagi produsen dan petani lokal, serta melindungi konsumen Indonesia. Sebab, selama ini kopi instan yang beredar masih belum ada standartnya.
“Kopi instan yang beredar selama ini, atau yang kopi 3 in 1 belum jelas komposisi yang digunakan. Apakah benar-benar dari kopi murni ataukah hanya sekedar perasa kopi,” jelas Krisnawa, Minggu (3/4).
Tak hanya itu, selama ini pula yang dijual di pasaran sangat murah dengan rata-rata per sachet Rp800-Rp1.000. Padahal, jika dari produsen atau IKM lokal, mereka bisa menjual dengan harga Rp50 ribu-Rp110 ribu per kilogram. Namun, itu semua tergantung dari kualitas kopi yang dijual ke konsumen.
“Makanya dengan kewajiban SNI kopi instan per 2016, nantinya kopi instan yang tidak ber SNI bisa ditarik. Dengan harapannya petugas di lapangan bisa mengetahui secara kasat mata, mana kopi instan dan mana kopi bubuk. Tak lain, agar tak merugikan produksi serta membangkitkan IKM lokal,” kata Krisnawa,
Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeksi) Kabupaten Pasuruan, Abdul Karim menyampaikan pemberlakuan SNI untuk kopi instan juga akan menguntungkan petani dan produsen kopi bubuk. Karena kopi bubuk yang dibuat para petani, atau produsen lokal merupakan kopi bubuk asli dari kopi original tanpa bahan tambahan kimia apapaun.
“Sayapun menyambut baik pemberlakukan wajib SNI ini. Karena, selain menguntungkan dan produsen petani kopi bubuk juga menekan kopi tanpa bahan kimia,” jelas Abdul Karim. [hil]

Tags: