Kinerja Tak Maksimal Tunpeng Bisa Dipotong

Wakil Wali Kota Malang H. Sutiaji.

Wakil Wali Kota Malang H. Sutiaji.

Kota Malang, Bhirawa
Wakil Wali Kota Malang H. Sutiaji  punya usulan menarik terkait dengan Tunjangan Penghasilan (Tunpeng) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Malang, tidak diberikan secara merata tetapi berdasar parameter kinerjanya masing-masing.
Menurut Sutiaji, selama ini, besar kecilnya tunpeng PNS masih diukur berdasarkan absensi kehadiran melalui finger print yang disediakan di beberapa kantor dilingkungan Pemkot Malang.
Pihaknya mengakui selama ini, Pemkot masih belum punya standar parameter kinerja PNS yang terkait dengan pemberian tunpeng.
Ke depan, lanjut Wakil Walikota yang juga seorang ustadz itu, tunpeng para PNS akan dihitung berdasarkan Analisis Beban Kerja (ABK) dan Analisis Jabatan (Anjab) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)nya dengan skema laporan harian.
“Nantinya penerimaan tunpeng PNS berdasarkan laporan kinerjanya. Jika ternyata tidak bekerja sesuai ketentuan maka jumlah tunpeng yang diterimanya otomatis akan berkurang,”tuturnya.
Selama ini pengurangan tunpeng itu dilakukan jika PNS datang terlambat, tapi kedepan bisa juga tunpengnya dikurangi berdasarkan penilaian kinerjanya.
Pengurangan tunpeng lanjut Sutiaji, bersifat kumulatif, artinya jika dalam satu bulan ada PNS yang sering datang terlambat dan kinerjanya tidak maksimal, maka pengurangan nominal bisa diambil dari dua item tersebut.
Sementara itu, terkait keterlambatan pencairam tunpeng bulan ini, Sutiaji menegaskan, hal itu wajar terjadi, karena ada beberapa SKPD yang masih belum menyetorkan hasil absensi PNS-nya kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
”Pemkot Malang menggunakan sistem akrual, jadi pencairan tunpeng dilakukan langsung kepada semua SKPD secara bersamaan,” pungkasnya.  [mut]

Tags: