Kejati Kembali Medaengkan Lima Tersangka Rekanan KPU Jatim

Kejati-Jatim-kembali-tahan-lima-tersangka-baru-dugaan-korupsi-pengadaan-logistik-Pilpres-dan-Pilgub-2014-di-KPU-Jatim-Senin-[11/4].-[abednego/bhirawa].

Kejati-Jatim-kembali-tahan-lima-tersangka-baru-dugaan-korupsi-pengadaan-logistik-Pilpres-dan-Pilgub-2014-di-KPU-Jatim-Senin-[11/4].-[abednego/bhirawa].

Kejati Jatim, Bhirawa
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim kembali menahan lima orang tersangka dugaan korupsi pengadaan logistik Pilpres dan Pilgub 2014 pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim. Kelima tersangka rekanan ini kemudian ditahan di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Senin (11/4).
Kelima tersangka baru kasus dugaan korupsi KPU Jatim adalah Baskoro, Doddy Siswanto, Yahya Hanif, Totok Suhadi, dan Kahar Reffy. Kelimanya diduga turut menikmati Rp 6,7 miliar yang merupakan dugaan kerugian negara tambahan.
Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus (Kasidik Pidsus) Kejati Jatim Dandeni Herdiana mengatakan, kelima tersangka baru merupakan pengembangan dari lima tersangka sebelumnya. Dari pengembangan ini, kelimanya menerima fee sebesar 2 % dari pengadaan yang dilakukan limas tersangka sebelumnya. Selain itu, kelimanya tidak pernah melaksanakan pengadaan logistic barang.
“Kelima tersangka ini dipinjam perusahaannya untuk keperluan pengadaan logistic Pilpres dan Pilgub 2014 oleh tersangka sebelumnya. Dari situlah mereka mendapatkan fee 2 persen yang diduga turt menikmati uang hasil korupsi. Kleimanya ditahan selama 20 hari ke Rutan Medang,” kata Kasidik Pidsus Kejati Jatim Dandeni Herdiana, Senin (11/4).
Dijelaskan Dandeni, dari dugaan kerugian negara sebesar Rp 5,7 miliar, penyidik mengembangkannya kembali. Selanjutnya didapati kerugian negara lagi sebesar Rp 6,7 miliar. Nah, dari pengembangan ini penyidik menetapkan lima tersangka baru. “Kelimanya pengembangan dari temuan kerugian negara Rp 6,7 miliar,” jelasnya.
Dengan adanya penambahan lima tersangka baru, Dandeni mengaku, Kejati Jatim telah menetapkan 10 tersangka dugaan korupsi pengadaan logistic pada KPU Jatim. Saat ditanya terkait satu tersangka yang belum dilakukan penahanan, yakni Ahmad Sumariyono, pria asli Jambi ini mengaku masih memperhitungkan kondisi kesehatan tersangka yang belum memungkinkan untuk dilakukan penahanan.
“Karena alasan penyembuhan pasca operasi ginjal, tersangka Sumariyono kami berikan waktu untuk proses penyembuhan. Tapi tetap kami lakukan pemantauan perkembangan kondisi tersangka,” ungkapnya.
Disinggung terkait dugaan keterlibatan Pj Bupati Sidoarjo Jonathan Judyanto yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris KPU Jatim, mantan Kasi Intel Kejari Purwakarta ini menambahkan, jika ada bukti baru siapapun akan ditetapkan sebagai tersangka. “Prinsip kami yakni, jika ada bukti-bukti yang mengarah ke tersangka baru, pasti kita tetapkan tersangka baru,” pungkasnya.
Kasus ini terkuak usai Kejari Surabaya telah lebih dulu menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengadaan fiktif logistic form C dan D pada pelaksanaan Pilpres dan Pilgub 2014 di KPU Jatim. Saat itu penyidik mendapati dugaan kerugian negara mencapai Rp 5,6 miliar. Namun, setelah penyidikan kasus ini diambil alih Kejati Jatim, penyidik menemukan adanya temuan kerugian negara baru sekitar Rp 6,7 miliar. [bed]
 

Tags: