Jalan Rusak Parah, Bupati Baru Sidak

Bupati Nganjuk Drs Taufiqurrahman bersama kepala dinas terkait meninjau kerusakan jalan yang merupakan akses utama perekonomian warga setempat, Kamis (7/4). [ristika]

Bupati Nganjuk Drs Taufiqurrahman bersama kepala dinas terkait meninjau kerusakan jalan yang merupakan akses utama perekonomian warga setempat, Kamis (7/4). [ristika]

Nganjuk, Bhirawa
Keluhan masyarakat karena banyak jalan rusak di wilayah Kabupaten Nganjuk sampai ke telinga Bupati Drs Taufiqurrahman. Faktanya, sekitar 80 persen infrastruktur jalan di Nganjuk memang rusak parah, sehingga bermunculan aksi menanam pohon oleh warga di tengah jalan yang rusak.
Menyikapi banyaknya jalan rusak, Bupati Taufiqurrahman bersama satuan kerja terkait yakni Dinas PU Binamarga, Dinas PU Cipta Karya dan Dinas PU Pengairan melakukan sidak langsung ke sejumlah titik-titik jalan utama yang mengalami kerusakan parah, Kamis (7/4). Terutama jalan di Kecamatan Gondang yakni jalan penghubung antara Desa Mojoseto-Karangsemi-Balonggebang. Selain kondisinya sudah sangat memprihatinkan, juga belum ada drainase di sepanjang jalan itu.
Selain itu juga jalan penghubung dari Desa Karangsemi ke Desa Balongebang, Desa Losari ke Desa Karanglo. Desa Nglinggo, Desa Moseto, Desa Karangsemi serta jalan longsor dekat Jembatan Sumberejo harus segera mendapat prioritas. Karena jalur-jalur tersebut merupakan akses utama perekonomian warga.
Lebih parah lagi, jalan antara Kecamatan Gondang menuju Kecamatan Lengkong. Banyak lubang yang sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Bahkan, ada bahu jalan yang longsor tergerus air sungai. Banyaknya jalan yang berlubang ini membuat warga prihatin, karena sering memakan korban.
Mengetahui secara langsung buruknya infrastruktur jalan, Bupati Taufiqurrahman langsung memerintahkan dinas terkait untuk melakukan inventarisir kerusakan untuk mendapat prioritas perbaikan.
Namun bagi jalan desa, bupati menyarankan untuk diganti dengan paving, sebab paving lebih mudah dan murah perawatannya. Namun bagi jalan kabupaten, tetap diperbaiki dengan aspal atau hotmix. “Saya pastikan, jelang Lebaran nanti tidak akan ada lagi jalan yang berlubang dan rusak, semua jalan akan kembali mulus. Dalam waktu dekat, Dinas PU Bina Marga akan melakukan inventarisasi. Tetapi bagi jalan desa yang rusak, kami sarankan untuk dipaving saja,” ujar Bupati Taufiqurrahman.
Sementara itu sebelum Bupati Nganjuk turun melihat kerusakan jalan, aksi protes warga karena jalan rusak banyak bermunculan. Bahkan aksi terakhir dilakukan warga Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot. Warga melakukan aksi demo memancing di tengah jalan rusak yang digenangi air setelah hujan deras.
Aksi ratusan warga ini dilakukan sebagai wujud protes terkait jalan yang ada di desanya yang kondisinya sangat memprihatinkan. Betapa tidak, kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Ngronggot, Kecamatan Baron dan Kecamatan Tanjunganom  sepanjang 9 kilometer rusak parah. Lebih memprihatinkan lagi ada titik kerusakan cukup parah sehingga jika hujan jalan tersebut mirip kolam sepanjang 150 meter.
Sehingga apabila ada kendaraan lewat harus ekstra hati-hati, takut kendaraannya terperosok. Sukamdi mantan Kepala Desa Kaloran mengaku sangat kecewa dengan Pemkab Nganjuk. Betapa tidak, jalan daerah sebagai akses ekonomi warga di desanya sudah dua tahun ini kondisinya rusak parah. Sudah berkali-kali diusulkan untuk diperbaiki, tetapi mentah karena hingga saat ini belum ada tindakan dari Pemkab Nganjuk.
Untuk itu dirinya bersama ratusan warga Desa Kaloran melakukan aksi damai untuk menggugah nurani para pembuat kebijakan.”Jangan hanya menikmati kursi empuk lantas lupa dengan tugas yang sebenarnya,” ungkap Sukamdi.
Uniknya aksi warga Desa Kaloran diawali dengan menebarkan 2.000 ekor ikan lele di kubangan jalan sepanjang 250 meter. Selanjutnya ratusan warga mancing bersama di kubangan jalan tersebut. [ris]

Rate this article!
Tags: