Gubernur Tolak Revisi Pergub soal Dana Hibah

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

DPRD Jatim, Bhirawa
Meski Mendagri sudah mengisyaratkan adanya revisi terhadap Permendagri Nomor 52 Tahun 2015 tetang dana hibah, namun Gubernur Jatim Dr H Soekarwo tetap menunggu surat resmi tersebut turun. Hal itu penting  sebagai landasan hukum untuk melakukan revisi terhadap Pergub yang sudah ada yang notebene mengatur soal dana hibah.
“Memang saya mendengar jika Mendagri telah merevisi Permendagri Nomor 52 Tahun 2015 menjadi Permendagri Nomor 41 Tahun 2016 terkait dana hibah. Namun demikian kami akan tetap menunggu hingga surat tersebut resmi kami terima untuk dijadikan landasan hukum dalam melakukan revisi Pergub tentang penerimaan dana hibah,”tegas Pekde Karwo, panggilan akrab Soekarwo usai menghadiri rapat paripurna LKPj 2015 di kantor DPRD Jatim, Senin (4/4).
Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Jatim A Halim Iskandar. Menurutnya, dewan akan membahas dengan eksekutif terkait dana hibah jika Permendagri Nomor 41 Tahun 2016 resmi telah diterima. Hal itu sebagai dasar dewan untuk meminta kepada gubernur untuk melakukan revisi terhadap Pergub soal penerimaan dana hibah yang sudah ada.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jatim Hammy Wahjunianto mengaku bingung dengan kebijakan yang dibuat Presiden RI terkait penerimaan dana hibah. Menurutnya, pemerintah hanya cari sensasi saja dan ingin membuat kebijakan baru meski tak populis dan merugikan rakyat.
Bahkan politikus asal PKS ini menuding pemerintah menghilangkan haknya . Pasalnya, selama ini yang membutuhkan dana hibah adalah kelompok masyarakat atau petani yang tidak terjangkau pembangunan program pemerintah. “Saya melihat pemerintah gegabah dalam mengambil kebijakan. Lihat saja pada Permendagri Nomor 52 Tahun 2015 tentang dana hibah, di mana aturan sebelumnya sangat membantu masyarakat yang ada di lapisan bawah untuk mendapatkan program pembangunan dari pemerintah. Tapi dalam perjalanannya setelah muncul banyak protes tiba-tiba Permendagri yang ada direvisi. Ini kan namanya plin plan,”tambahnya. [cty]

Tags: