Filosofi Katak

Mas Agoes Nirbito MW

Mas Agoes Nirbito MW

Mas Agoes Nirbito MW
Setiap orang, apapun jabatannya pasti selalu ingin berada pada jabatan atau pun posisi yang lebih tinggi. Namun terkadang ada orang yang tidak peduli pada proses untuk mendapatkan posisi itu. Dan mereka cenderung hanya berorientasi pada hasil yang harus dicapai. Meski untuk mencapai posisi itu harus mancal kanan kiri, tak peduli itu teman ataupun kerabatnya.
Strategi mancal itu digambarkan Sekdakot Mojokerto Mas Agoes Nirbito MW sebagai filosofi kehidupan katak. “Lihat katak kalau berenang. Untuk mencapai tujuan dalam berenang itu, kaki katak kan mancal-mancal. Saya paling tidak suka berteman dengan orang yang seperti itu. Mancal-mancal temannya demi satu posisi jabatan tertentu,” lontar pria yang pernah menjabat sebagai Sekdakab Ngawi ini kemarin.
Penggemar musik klasik ini menuturkan, dalam menduduki jabatan karir yang ia dapatkan, dirinya tidak pernah sekalipun mancal teman. Ataupun kerabatnya seperti katak.  Ia mengibaratkan, seseorang itu dapat menduduki posisi tinggi tanpa harus merendahkan orang lain.
“Bahkan saya memberikan kesempatan orang lain untuk bisa menduduki jabatan yang lebih tinggi. Termasuk menggantikan posisi saya sebagai Sekdakot yang kurang 17 bulan ini,” ujarnya sambil terkekeh.
Termasuk dalam kehidupan dan berkarir selama ini, Mas Agoes mengaku tidak pernah memilih-milih teman dalam bergaul. Pria yang pernah menjabat sebagai staf ahli Gubernur Jatim ini dikenal hangat dan sederhana dalam berhubungan dengan semua pimpinan SKPD.
“Tapi jujur saja, saya tidak bisa berteman atau berhubungan dengan orang yang cara hidupnya seperti filosofi hidup katak tadi,” lontar pria yang berstatus duda ini.
Hampir semua elemen masyarakat di Kota Mojokerto ini dikenal oleh Mas Agoes Nirbito. Dan ia mengaku juga menerima setiap pegawai yang ingin berkunjung ke rumah dinasnya.
“Asalkan di luar jam kerja. Termasuk rekan-rekan wartawan ataupun LSM biasanya saya terima sore hari. Di luar jam kerja kantor. Supaya bisa ngobrol gayeng,” lontarnya kembali dengan senyum lebar.
Dia juga berbagi soal bagaimana seorang pejabat itu bisa berkarir dengan baik. Selain dekat dengan semua pihak, seorang pejabat itu juga harus memiliki kemampuan yang mumpuni.
“Saya ini memiliki kemampuan yang lumayan baik lho, dalam sebuah hasil diklat yang diikuti Pakde Karwo (Gubernur Jatim) saya rangkingnya hanya terpaut sedikit dengan beliau. Jadi sangat tidak salah kalau Pak Wali Kota ini memilih saya menjadi Sekdakot Mojokerto ini,” pungkasnya. [kar]

Rate this article!
Filosofi Katak,5 / 5 ( 1votes )
Tags: