Budaya Wujudkan Kebersamaan dan Agama Menginspirasi Seni

Gubernur dan Wagub Jatim, H Soekarwo-H Saifullah Yusuf menghadiri acara peringatan rangkaian Hari Nyepi yang digelar di Taman Candra Wilwatikta, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (16/4) malam. [hilmi husain/bhirawa]

Gubernur dan Wagub Jatim, H Soekarwo-H Saifullah Yusuf menghadiri acara peringatan rangkaian Hari Nyepi yang digelar di Taman Candra Wilwatikta, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (16/4) malam. [hilmi husain/bhirawa]

Pasuruan, Bhirawa
Sebanyak 15.000 umat Hindu dari berbagai daerah hadir dalam mempringati Darmasanti yang merupakan rangkaian Ahri Raya Nyepi. Darmasanti sebagaiajang silaturahmi dan tatap muka bagi umat Hindu, setelah mereka menjalani ibadah Nyepi untuk mengekang makanan dan hawa nafsu.
Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Jatim sengaja memilih Taman Candra Wilwatikta Pandaan sebagai tempat gelaran. Karena Taman Candra Wilwatikta yang konon jadi bagian dari situs Kerajaan Majapahit, menjadi lokasi  yang tepat untuk mewujudkan kebangkitan budaya.
“Budaya Tidak Tersekat Agama dan keyakinan. Sebab budaya itu merupakan landasan hidup sehari-hari sehingga bisa berinteraksi dengan umat beragama lain secara santun dan ramah. Suasana menjadi kondusif dan terjadi harmoni kehidupan dalam lintas agama untuk terciptanya persatuan,” ujar I Ketut Sudiarta, Ketua PHDI Jatim dalam peringatan rangkaian Hari Nyepi yang digelar, Sabtu (16/4) malam.
Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, H Saifullah Yusuf menyampaikan rasa kebersamaan dalam peringatan Darmasanti Tahun Saka 1938 umat Hindu Jawa Timur di Taman Candra Wilwatikta ini semakin mantap untuk hidup berdampingan dengan umat agama lainnya.
“Umat Hindu harus terus memupuk rasa kebersamaan dengan sikap yang ramah dan santun untuk hidup berdampingan dengan umat agama lainnya. Kita semua tidak ingin Bangsa Indonesia menjadi bangsa pengungsi seperti Syuriah, Irak, Iran dan lainnya,” kata H Saifullah Yusuf. [hil]

Tags: