Bisnis Prostitusi Masih Marak di Nganjuk

Tujuh PSK dan dua mucikari diamankan Satpol PP, bukti jika bisnis prostitusi masih marah di eks lokalisasi Kabupaten Nganjuk.(ristika/bhirawa)

Tujuh PSK dan dua mucikari diamankan Satpol PP, bukti jika bisnis prostitusi masih marah di eks lokalisasi Kabupaten Nganjuk.(ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa
Bisnis protitusi masih marak, terbukti Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkab Nganjuk berhasil mengamankan tujuh PSK, dua mucikari dan satu pria hidung belang. Mereka diamankan dari eks lokalisasi Kandangan Kecamatan Tanjunganom yang sebelumnya sudah dideklarasikan bebas prostitusi.
Razia dadakan yang digelar Satpol PP, membuat pengunjung yang ingin melakukan wisata kenikmatan sempat kalang kabut. Bahkan tidak hanya pengunjung, para penyedia kenikmatanpun ikut berlari menyelamatkan diri guna menghindari penangkapan petugas.
Apes bagi tujuh PSK yang berhasil diamankan Sat Pol PP, mungkin karena tidak tahu atau sengaja nekat karena kebutuhan. Ketujuh PSK tersebut enak-enakan mangkal mencari tamu hingga akhirnya diamankan petugas. Bahkan salah satu PSK, masih melayani salah seorang pelanggan, saat dirazia keduanya masih di dalam kamar dalam keadaan tanpa busana. Melihat hal tersebut petugas Sat Pol PP langsung menggelandang keduanya ke mobil patroli.
Kasat Pol PP Suhariyono mengatakan, razia ini sebagai tidak lanjut dari deklarasi bebas prostitusi Kabupaten Nganjuk yang digelar tahun lalu.”Dalam deklarasi semuanya baik PSK maupun mucikari sudah berjanji untuk tidak melakukan kegiatan prostitusi. Bahkan mereka telah diberikan santunan dari pemerintah.” jelas Suhariyono.
Namun kenyataan saat ini para mucikari telah melanggar kesepakatan sat deklarasi, sehingga resiko hukum harus ditanggung oleh mereka. Sementara tujuh PSK yang terjaring razia akan dikirim ke panti rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan dan pelatihan.
Sedangkan dua mucikari yang berhasil diamankan diserahkan ke Mapolres Nganjuk guna proses hukum lebih lanjut. “Laki-laki pengunjung yang tertangkap sedang melakukan hubungan seks di eks lokalisasi hanya didata dan membuat peryataan tidak mengulang perbuatannya lagi.” terang Suhariyono.
Data dari Satpol PP menyebutkan tujuh PSK tersebut masing-masing bernama, Mujiatin warga lingkungan Karangrejo Kelurahan Kapas Kecamatan Sukomoro, Riska Erlawati warga Desa Sumberwindu Kecamatan Berbek, Sudarti warga Jati Kabupaten Blora Jawa Tengah, Sri Retno Indahyuni warga Sumberdem Kecamatan Wonosari Malang, Ana ilmiyah warga Tenon Trowulan Mojokerto, Nyamini warga Babad Kedungadem Bojonegoro, dan Astutik asal Segunung Kecamatan Dlanggu Mojokerto.
Sedang dua mucikari yang diamankan bernama, Sumarlik warga Lingkungan Pengkol Kelurahan Warujayeng dan Binarti warga Desa Sumber windu kecamatan Berbek. Sementara satu-satunya laki laki yang ditangkap atas nama Adi Prasetyawan warga lingkungan Jarakan kelurahan Kramat kec Kota Nganjuk. [ris]

Tags: