Berkas Henry J Gunawan Segera Dilimpahkan Kejati Jatim

Berkas Acara Pemeriksaan (BAP)Surabaya, Bhirawa
Penyidik Ditreskirmum Polda Jatim segera mengembalikan berkas kasus dugaan penipuan dan penggelapan ribuan pedagang Pasar Turi, dengan tersangka Henry Josocity Gunawan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Rencana perampungan berkas ini dibenarkan I Wayan Titib Sulaksana SH MH selaku Kuasa Hukum pedagang Pasar Turi.
Menurut Wayan-sapaan akrab advokat yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga ini pada kunjungannya di Polda Jatim, Selasa (12/4) lalu, telah menanyakan perkembangan kelengkapan berkas pada penyidik Ditreskrimum Polda Jatim. Hasilnya, tinggal satu pemenuhan kekurangan yang ada pada berkas.
”Kemarin (Selasa) saya datangi Polda Jatim dan penyidik mengatakan berkas belum dikembalikan dengan alasan kurang satu kelengkapan keterangan saksi dari Direktur Hukum PT Gala Bumi Perkasa (GBP), yakni M Riyadh,” kata Wayan saat dikonfirmasi Bhirawa, Rabu (13/4).
Wayan juga menjelaskan, kurangnya satu keterangan saksi inilah yang menghambat proses pelimpahan berkas. Sebab, saksi dari Direktur Hukum PT GBP tak memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim. Selanjutnya pada Jumat nanti saksi akan dipanggil penyidik kembali.
”Kan saksi satu ini (M Riyadh, red) mbahnya dibidang hukum. Jadi, sebagai orang yang paham akan hukum, seharusnya patuh terhadap hukum. Jika pada panggilan kedua nantinya masih tidak datang, akan dilakukan panggilan yang ketiga. Jika masih tidak datang, saya rasa penyidik akan melakukan upaya jemput paksa,” tegas Wayan.
Sementara, Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Wibowo mengaku akan menuntaskan berkas Henry sesegera mungkin. Wibowo menegaskan, sebagai anggota Polri pihaknya mengerjakan dan mengemban tugas dengan professional. ”Pada kasus ini, kami tak ada kepentingan apa-apa. Tugas kami menuntaskan segela bentuk kasus maupun perkara dengan sikap professional Polri,” tegasnya.
Sebelumnya, Jaksa Peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menyimpulkan, berkas perkara penyidikan dinyatakan P19 atau memberikan petunjuk yang harus dilengkapi, terkait kekurangan keterangan saksi dan harus dilengkapi penyidik.
Seperti diketahui, Henry diduga sebagai salah satu investor Pasar Turi itu melakukan penipuan dan penggelapan kepada 3.600 pedagang Pasar Turi. Pedagang tak terima atas pungutan biaya untuk penerbitan sertifikat hak milik atas rumah susun.
Selanjutnya ribuan pedagang Pasar Turi melapor ke Polda Jatim 21 Januari 2015. Setelah itu, berdasar hasil penyidikan di mana telah diperiksa saksi sebanyak 53 orang, terdiri dari 26 saksi korban (pembeli stand), 21 orang saksi dari Pemkot Surabaya, BPN, Notaris dan PT Gala Bumi Perkasa, serta 6 orang saksi ahli. Henry ditetapkan sebagai tersangka. [bed]

Tags: