Wali Kota Targetkan Kurangi Seribu Pengangguran

16-Pencari Kerja difabel-Kar-2Kota Mojokerto, Bhirawa
Perlahan tapi pasti, Pemkot Mojokerto menargetkan angka pengangguran terbuka turun hingga seribu orang sampai dengan akhir tahun ini. Upaya yang dilalukan diantaranya dengan menggelar kegiatan padat karya serta dua kali menggelar job fair.
”Kini angka pengangguran terbuka di Kota Mojokerto masih 5,8%. Atau setara dengan 7 ribu jiwa, dengan job fair yang digelar ini saya targetkan sampai akhir tahun sudah mencapai 5% atau turun sekitar seribu pencari kerja,” terang Wali Kota Mojokerto H Mas’ud Yunus, disela-sela pembukaan job fair jilid II yang digelar Disnakertrans di GOR dan Seni Kota Mojokerto, Rabu (15/10) kemarin.
Data angka angkatan kerja di Kota Mojokerto awal tahun 2014 lalu tercatat 120 ribu orang. Dari jumlah itu 5,8% masuk dalam kategori pengangguran. Pada Bulan Juli lalu, Disnakertrans menggelar job fair pertama dan mampu menjerat 2,873 tenaga kerja dan 800 orang diantaranya warga Kota Mojokerto.
”Insya Allah dengan job fair kedua ini bisa menekan angka pengangguran menjadi 5%. Atau ada sekitar seribu tenaga kerja yang terserap,” tambah Mas’ud Yunus.
Dalam job fair yang digelar selama dua hari itu terdapat 46 perusahaan asal Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Surabaya dan Jombang. Dari jumlah perusahaan itu tersedia lebih dari 3 ribu lowongan kerja. Yang menarik dari jumlah itu terdapat lowongan kerja juga bagi kaum difabel.
”Karena kepedulian pada keompok difabel inilah maka Pemkot Mojokerto mendapat penghargaan dari ILO (International Labour Organisation) dengan kategori Kota Mojokerto Peduli difabel,” timpal Kadisnakertans Kota Mojokerto, Amin Wachid yang kemarin ikut mendampingi Wali Kota H Mas’ud.
Sebelum pelaksanaan job fair kemarin, diserahkan penghargaan dari ILO yang diterima Wali Kota Mojokerto bersama lima perusahaan yang peduli difabel. Penghargaan diserahkan langsung Miss Michiko, Project Manager ILO Indonesia. ”ILO memberikan penghargaan untuk yang pertama kalinya kepada pemerintah daerah. Penghargaan ini supaya bisa menjadi perangsang bagi daerah-daerah lain dalam mengakomodir kaum difabel,” tambah Miss Michiko kepada sejumlah wartawan.
Amin Wachid menguraikan, tujuan job fair juga untuk menampung pencari kerja dari jalur umum. Selama ini informasi tentang lowongan kerja masih sangat kurang diketahui pencari kerja. Selain itu rendahnya kompetensi pencari kerja berampak pada sulitnya pencari kerja untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. ”Melalui job fair ini kita pertemukan langsung antara pencari kerja dengan penyedia kerja,” tegas Amin Wachid.
Dari pantaun Bhirawa, sejak loket dibuka pukul 08.30 WIB kemarin, terpantau ribuan pelamar memadati lokasi job fair. Pintu masuk pameran dibagi menjadi tiga jalur, yakni untuk pendaftar kelompok pria, wanita dan jalur difabel. ”Supaya tak berdesak-desakan. Dan kelompok difabel kita beri jalur khusus untuk masuk ruang job fair,” tambah Amin Wachid. [kar]

Keterangan Kerja : Pencari kerja difabel didampingi Kadisnaker Kota Mojokerto mendaftar di ajang job fair, Rabu (15/10) kemarin.

Tags: