Wali Kota Mojokerto Pesta Sate Bareng Seribu Anak Yatim

Walikota Bakar sate 2Kota Mojokerto, Bhirawa
Ribuan tusuk sate daging kurban bisa disantap gratis warga Kota Mojokerto di festival sate di kawasan Jl Gajahmada, depan perkantoran Pemkot Mojokerto, Minggu (5/10) kemarin.
Sate gratis ini hasil olahan ratusan regu peserta lomba bakar sate massal helatan Pemkot Mojokerto dalam kegiatan Pesta Gizi dan Makan Sate
Bersama Seribu anak Yatim dan Kaum Dhuafa. Seribu anak yatim non panti dan kaum dhuafa dilibatkan dalam lomba di moment Idul Adha 1435 Hijriah kemarin.
‘’Lomba bakar sate massal siang nanti (Minggu kemarin, red) melibatkan banyak elemen masyarakat, termasuk seribu anak yatim non panti dan kaum dhuafah  untuk menikmati daging kurban (sate),’’ kata Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus didampingi Kabag Humas Pemkot Mojokerto, Heryana Dodik, disela-sela acara Minggu (5/10) kemarin.
Selain akan menikmati santapan sate gratis sepuasnya, seribu anak yatim non panti yang diundang juga akan diberi bonus uang saku masing-masing Rp1 juta.
‘’Mereka juga akan membawa pulang daging kurban, masing-masing satu kilogram,’’ imbuh birokat ulama ini.
Pesta bakar sate massal direncanakan digelar mulai pukul 14.00 WIB dan akan diikuti 155 regu dari unsur unit kerja, PKK, Dharma Wanita,perwakilan kelurahan dan kecamatan, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum. Setiap regu digawangi tujuh
orang yang wajib menyajikan tiga puluh tusuk sate.
Penilaian lomba tidak saja soal citarasa, penampilan dan higinitas, namun juga penampilan kostum, kecepatan pembakaran dan dan yel-yel tiap-tiap peserta. Masyarakat pun diundang di lomba yang melibatkan ratusan peserta ini. Warga yang datang akan mendapatkan kupon yang bisa ditukar tusukan-tusukan sate. ‘’Saya ingin masyarakat Kota Mojokerto betul-betul menikmati pesta gizi ini, acara ini akan kita jadikan agenda tahunan,’’ tukas wali kota. [kar].

Keterangan Foto : Wali Kota Mojokerto, H Mas’ud Yunus melihat kegiatan bakar sate, Minggu (5/10) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Tags: