Wali Kota Lantik Dewan Pendidikan Surabaya Secara Tertutup

Dewan PendidikanSurabaya, Bhirawa
Wali kota Surabaya melantik Dewan Pnendidikan Surabaya tanpa acara seremonial. Sebelas anggota Dewan pendidikan hanya diterima Wali Kota Tri Rismaharini di ruang kerjanya, Kamis(2/10). Dalam acara tersebut selain menyerahkan SK penetapan, Wali kota hanya menggelar diskusi tertutup dengan Dewan Pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi , dikonfirmasi mengakui tidak ada pelantikan resmi untuk lembaga yang baru dia pimpin itu. Dia bersama sepuluh anggotanya hanya bertemu Wali kota untuk menerima SK Penetapan.
“Mungkin pelantikan yang dimaksud memang bukan secara formal. Melainkan lebih pada nonformal. Bertemu wali kota dan beberapa pejabat dibawahnya termasuk Dindik Surabaya,” kata Martadi saat dihubungi, Kamis (2/10).
Hal ini tidak dipersoalkan oleh Martadi. Sebab, dilantik atau tidak, kepengurusan dewan pendidikan tetap sah dengan SK yang sudah diberikan Wali kota. Dalam kesempatan tersebut, Martadi mengaku mendapat berbagai pesan dari Wali kota.
Diantaranya ialah persoalan terkait kenakalan remaja dan trafficking. Selain itu dewan pendidikan juga diminta untuk membantu mewadahi talenta anak di berbagai bidang, kesenian, olahraga dan lainnya.
“Kita diminta untuk membantu dan mengawal itu agar keinginan Surabaya menjadi kota terpelajar dapat segera terwujud,” kata dia.
Bagaimana dengan anggarannya? Martadi mengatakan hingga saat ini belum membicarakan soal anggaran tersebut. Sebab, meski tidak melalui dana dari APBD, peran dewan pendidikan tidak boleh berhenti. Meski demikian, dukungan anggaran dari pemerintah juga dinilai penting sebagai suatu komitmen.
“Anggaran tidak hanya bisa dicari dari pemerintah. Bisa dari berbagai perusahaan melalui CSR. Tetapi pemerintah juga harus punya komitmen dalam mendukung kerja-kerja dewan pendidikan,” kata dia.
Pertemuan yang berlangsung hampir 120 menit itu berakhir tanpa satu pun perwakilan dari pengurus lama seperti yang diinginkan Martadi sebelumnya. Namun Martadi tidak bisa berbuat banyak. Sebab, dewan pendidikan dalam kesempatan itu kapasitasnya sebagai yang diundang oleh Pemkot Surabaya.
“Karena itu, dalam waktu dekat ini kita ingin segera bertemu dengan pengurus lama. Kita ingin semuanya sama-sama berjuang untuk mengembangkan pendidikan di Surabaya. Saya yakin keinginan ini juga ada dalam diri pengurus lama,” tutur dosen Unesa itu.
Saat ini, semua kelengkapan administrasi dewan pendidikan telah dipegang oleh pengurus baru. Sehingga Martadi mengaku tidak perlu ada serah terima kepengurusan dari pengurus lama. “Kita sudah pegang AD/ART, stempel dan pedoman-pedoman di secretariat. Ini sudah cukup untuk melaksanakan program kerja kita,” pungkas dia. [tam]

Tags: