Wali Kota Batu Dilaporkan Komisi Informasi Jatim

6-FOTO OPEN sup-Surat panggilan persidanganKota Batu, Bhirawa
Gara-gara kesulitan mendapatkan akses informasi perencanaan pembangunan kota, Good Governance Activator Alliance (GGAA) melaporkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko ke Komisi Informasi Jawa Timur.
Pihak Komisi Informasi Jatim telah melakukan panggilan kepada koordinator GGAA, Sudarno untuk menghadiri persidangan yang digelar kemarin, Rabu (8/10).
Sudarno saat dihubungi Bhirawa mengaku pelaporan itu terkait tidak digubrisnya permohonan GGAA ke wali kota Batu. “Kami hanya meminta data RPJMD, RKPD, APBD 2011-2013, Renstra Dinas Pertanian, Renja Dinas Pertanian. Tapi sampai sekarang tidak ada jawaban,” kata Sudarno.
Dia mengaku dirinya sedang menuju Surabaya memenuhi undangan Komisi Informasi Jatim.
Ditambahkan masalah ini muncul karena adanya disposisi atas permohonan akses dokumen yang tidak jelas dari Wali Kota Batu kepada bawahannya atau SKPD.
Selain itu, tidak adanya PPID Utama (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) di lingkungan Pemerintah Kota Batu, serta PPID di masing-masing SKPD. “Kondisi itu mengakibatkan akses dokumen menjadi terhambat. Walaupun sebenarnya SK terkait dengan pengangkatan PPID sudah di buat oleh walikota, akan tetapi dalam prakteknya tidak jalan,” tutur Sudarno.
Hal ini mengindikasikan bahwa monitoring dan evaluasi kinerja  birokrasi di Pemkot Batu masih lemah. Selain itu Sudarno juga menduga sosialisasi UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di internal Pemerintah Kota Batu tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Ini mengakibatkan lemahnya keterbukaan informasi publik yang di lakukan oleh perangkat pemerintah daerah serta  mindset  PNS di lingkungan Pemerintah Kota Batu, dari beberapa SKPD yang juga kami akses dokumennya, selalu berkilah, harus minta ijin ke Bakesbangpol dulu, atau kalau tidak begitu harus ada disposisi minimal dari Sekretaris Daerah Kota Batu,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kota Batu untuk membuka akses informasi akan perencanaan dan pembangunan di Kota Batu kepada masyarakat luas. “Informasi bisa di buat dalam bentuk website, memafaatkan vidiotron, poster yang di tempelkan pada tempat-tempat dimana masyarakat berkumpul,” tandasnya. [sup]

Keterangan Foto ; Undangan Komisi Informasi Jatim Kepada CGGA (supriyanto/bhirawa)

Tags: