Surabaya Lepaskan 700 Lampion, Bangkalan Larung Kepala Kera

Pelepasan lampion menyambut pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres JK secara serentak digelar di lima kota, di antaranya Surabaya, Jakarta, Medan, Makassar dan Jayapura, Senin (20/10) malam. Sebanyak 17.700 lampion seluruh Indonesia ini ditarget memecahkan rekor MURI.

Pelepasan lampion menyambut pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres JK secara serentak digelar di lima kota, di antaranya Surabaya, Jakarta, Medan, Makassar dan Jayapura, Senin (20/10) malam. Sebanyak 17.700 lampion seluruh Indonesia ini ditarget memecahkan rekor MURI.

Surabaya, Bhirawa
Pesta Rakyat di Kota Surabaya dalam rangka menyambut pelantikan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla digelar dengan melepaskan 700 lampion di halaman Taman Surya Surabaya, Senin (20/10).
Wakil Wali Kota Surabaya yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana mengatakan dari panitia Pesta Rakyat Nasional telah mengagendakan pelaksanaan di Taman Surya atau Balai Kota.  “Tapi relawan sebagian menggelar perayaan di Taman Mundu,” katanya.
Menurut dia, dalam pesta rakyat yang digelar mulai pukul 17.00 tersebut, panitia menyiapkan seratus PKL untuk menyediakan hidangan makanan bagi warga. Selain itu, lanjut dia, pelepasan lampion dilepas secara serentak dari lima kota di antaranya Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar dan Jayapura. Ini juga ditargetkan memecahkan rekor MURI.
Ia mengatakan dari panitia pusat, panitia Pesta Rakyat Surabaya sebetulnya dijatah 400 lampion, tapi kemudian ditambah lagi sehingga menjadi 700 lampion. “Rencananya total 17.700 lampion di seluruh Indonesia,” katanya.
Sementara itu di Bangkalan, belasan relawan Jokowi yang tergabung dalam Sekretariat Nasional (Seknas) di Kabupaten Bangkalan Madura menggelar larung kesialan demokrasi di pesisir pantai kaki Jembatan Suramadu, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang.
Uniknya, yang dilarung ke laut bukan berupa kepala sapi atau makanan seperti larung pada umumnya, melainkan kepala kera. Alasannya, kepala kera disimbolkan sebagai kesialan dalam demokrasi sehingga perlu dilarung.
Kegiatan larung kesialan tersebut diikuti perwakilan Seknas Jokowi se-Madura dan se-Jawa Timur. Tokoh ulama dan demokrasi KH Imam Buchori Cholil juga hadir dalam acara tersebut. Pembacaan deklarasi demokrasi juga masuk dalam rundown acara.
“Di hari pelantikan Pak Jokowi sebagai presiden, kami menggelar larung kesialan demokrasi di pesisir pantai kaki Suramadu,” terang Ketua Presidium Seknas Jokowi Bangkalan KH Ahmad Ali Rido kepada wartawan.
Ia menjelaskan, larung kesialan demokrasi sendiri mempunyai makna demokrasi yang telah berjalan lebih dari 10 tahun ini, banyak terjadi pembelotan dan pengganjalan. Akibatnya, melahirkan seorang pemimpin yang jauh dari masyarakat. [dre,geh]

Tags: