SMK TJP Tuban Manfaatkan Gua Jadi Sarana Belajar

7-foto KAKI  hud-IMG_20141002_083808Tuban Bhirawa
Aktivis Cagar Tuban yang selama ini getol mengawasi dan mempertahankan akan alam di Bumi Wali sangat mendukung dan menilai upaya dari pihak sekolahan dalam hal ini para guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Jaya Prawira (TJP) yang akan memanfaatkan goa di lingkungan sekolah untuk dijadikan tempat pembelajaran anak didik mereka. “Bagus itu, Tuban dikenal sebagai kota ‘seribu gua’ jangan sampai anak didik kita tidak mengenal itu,” kata Direktur LSM Cagar, Edy Toyibi (6/10).
Edy Toyibi yang saat ini menjadi salah satu anggota Panwas di Kabupaten Tuban dan terkenal pengalamanya dalam bidang pelestarian lingkungan ini mengatakan, kalau keberadaan goa di SMK TJP memang sudah diketahui sejak lama. Selain itu, dia juga membenarkan sejak dulu goa tersebut dimanfaatkan untuk membuang sampah.
“Goa itu cukup dalam dan sudah masuk di daftar goa yang ada di Tuban, Bahkan ruangan yang ada di dalam goa cukup luas, dan disinyalir sampai di bawah gedung-gedung sekolahan yang bertingkat tersebut,” terang pria yang telah puluhan tahun melakukan konservasi goa-goa yang ada di Tuban.
Selian medukung upaya pihak sekolahan, Edy Toyibi juga bersedia apabila pihak sekolah meminta bantuannya untuk mengetahui lebih detail mengenai goa yang ada di dalam sekolah itu. “Kita siap saja apabila pihak sekolah meminta bantuan kami untuk melakukan pengembangan goa ini,” Terang Edy.
Sebelumnya, salah satu pengajar di SMK TJP melakukan pembersihan besar-besaran di salah satu goa yang ada di lingkungan sekolah dan akan dipergunakan sebagai taman dan tempat belajar. Pada saat dibersihkan ada yang menarik di salah satu sudut lingkungan Sekolah.
“Sebenarnya, goa ini sudah lama diketahui baik pelajar ataupun pengajar yang ada di sana. Tetapi karena selama ini menjadi tempat pembuangan sampah dan ditutupi semak yang cukup rimbun, menjadikan mulut goa seakan luput dari perhatian, rencana akan kami jadikan sebagai taman dan lokasi pembelajaran bagi siswa,” kata Sugito, salah satu pengajar SMK TJP Tuban pada Bhirawa (6/10).
Diterangkan, saat ini, mulut goa memang terlihat cukup besar dan lebih bersih karena telah dibersihkan. Pihaknya telah membersihkan sampah-sampah dan belukar yang menutup mulut goa. “Sebelumnya mulut goa nyaris tidak terlihat, bahkan sampah sedalam 4 meter yang menutupi goa sudah kami angkat ke atas,” ujar Gito, mengungkapkan.
Akan tetapi karena timbunan sampah dari masyarakat sekitar tampaknya sudah terlalu dalam. Sehingga pihak sekolah tidak mempunyai cukup biaya untuk meneruskan penggalian goa ini. “Jadi akan kita poles, dan sebisa mungkin diperindah dengan keberadaan taman-taman yang bisa dipergunakan sebagai tempat belajar yang representatif,” kata Gito.
Pihak sekolah sendiri belum mempunyai gambaran, apa isi di dalam goa tersebut dan termasuk goa jenis apa. Untuk menyusuri ke dalam, tidak cukup mempunyai keberanian karena faktor keselamatan. “Kalau Pak Edy Toyibi bisa membantu, kami akan berterima kasih sebagai tambahan informasi kepada kami,” terang Sugito. [hud]

Caption Foto : Salah satu Goa yang di atasnya berdiri Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Jaya Prawira (TJP) yang rencanaya oleh pihak sekolah akan dibangun dan dimanfaatkan untuk sarana belajar siswa. (khoirul huda/bhirawa)

Tags: