Sabhara Polda Unjuk Kemampuan Atasi Ancaman Keamanan

polisi 3Polda Jatim, Bhirawa
Pasukan elite Sabhara Polda Jatim, Rabu (8/10) kemarin, menunjukkan sembilan kemampuan yang telah dipelajari selama menjadi anggota polisi. Peragaan yang dilakukan di lapangan upacara mapolda Jatim ini sekaligus pengecekan terhadap kesiapan personil dalam upaya mengatasi segala bentuk potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sembilan kemampuan pasukan elite sabhara Polda Jatim meliputi, kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi, kemampuan koordinasi dengan lintas instansi, pengamanan dan olah TKP serta identifikasi, serta menolong korban, pengamanan saksi, dan menangkap tersangka.
Selain itu, mereka juga menunjukkan kemampuan tugas umum Reserse Kriminal (Reskrim), seperti menginterogasi, pemeriksaan saksi, korban dan tersangka. Kemudian bagaimana melakukan pemberkasan tipiring, serta pengamanan terbuka terhadap pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas, obvit dan Polantas.
Sembilan kemampuan ditunjukkan dengan melakukan simulasi, mulai dari patroli, penggunaan K9 untuk mengetahui tersangka. Sampai pengamanan disaat aksi unjuk rasa (unras) yang dilakukan oleh massa.
Menariknya, pertunjukan sembilan kemampuan elite Sabhara Polda Jatim, diperagakan oleh anggota yang rata-rata masih berusia muda, dan disaksikan secara langsung oleh Kepala Badan Pemeliharaan dan keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri Komjen Polisi Putut Eko Bayuseno.
Kabarhakam Mabes Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno mengatakan, kedatangannya ke Polda Jatim untuk reuni, karena sebelumnya dirinya pernah menjabat di Polda Jatim selama enam tahun. Selain itu, dirinya ingin bersilaturahmi dengan pasukan dan mengecek secara langsung tentang kebijakan-kebijakan dalam tugas preemtif dan preventif apakah sudah dilaksanakan atau belum.
“Sesuai perintah Kapolri, kedatangan saya selain untuk reuni, yakni ingin melihat kesigapan dan kesiapan dari pasukan yang ada di Polda Jatim, khususnya Sabhara,” terangnya kepada wartawan, Rabu (8/10).
Lanjut Putut, kenapa Sabhara menjadi pantauan, karena diseluruh dunia posisi Sabhara menjadi tulang punggung atau penopang dari dalam tubuh satuan tugas Kepolisian. “Diseluruh Dunia, Sabhara adalah police backbone (tulang punggung Polisi), apabila tugas tugas Sabhara ini gagal, maka akan terjadi gangguan kamtibmas, salah satunya adalah kriminalitas,” ungkapnya seusai memberi arahan.
Komjen Pol Putut menilai kesiapan Sabhara Polda Jatim cukup bagus, bahkan mereka dinilai siap untuk diterjunkan ke masyarakat, dan segera melaksanakan tugas tugas prefentif atau pencegahan terhadap gangguan kamtibmas.
“Saya minta dilatih terus dan  tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita mampu melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” imbuhnya.
Disamping bertugas sebagai pengendali massa dalam aksi unjuk rasa ataupun pengamanan, Sabhara juga bisa melakukan tugas umum, seperti tugas pendekatan kepada masyarakat, seperti yang dilakukan Binmas. Deteksi dini (intelijen), pengaturan lalulintas dan Reskrim khususnya tindak pidana ringan (tipiring). Dirinya yakin, kalau Polda Jatim dan jajaran siap melaksanakan tugas Polri, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Selain melakukan tugas kesabharaan, mereka juga bisa melaksanakan tugas-tugas lainnya. Karena itu, personel Sabhara harus terus mendapatkan pembekalan dan pelatihan. Sehingga sewaktu-waktu diperlukan, bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,” tandasnya. [bed]

Tags: