Ratusan Warga Tolak Pendirian FPI Tulungagung

FPITulungagung, Bhirawa
Rencana Front Pembela Islam (FPI) melakukan deklarasi pendirian di Tulungagung pada Selasa (28/10) mendatang mendapat tentangan dari sebagian warga setempat. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tulungagung Cinta Damai melakukan aksi unjuk rasa menentang pendirian FPI di Kota Marmer, Kamis (23/10).
Aksi yang dilakukan di depan Kantor DPRD Tulungagung sebagai reaksi dari rencana deklarasi FPI yang bakal dilakukan di Gedung Balai Rakyat pekan depan. “Kami menolak pendirian FPI di Tulungagung. Tahu sendiri bagaimana kelakuan FPI. Karena itu kami menolak jika FPI sampai berdiri di Tulungagung,” ujar Aksan, salah seorang koordinator aksi ketika diwawancarai Bhirawa.
Dia menyebut aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Masyarakat Tulungagung Cinta Damai akan kembali berlangsung pada saat FPI melakukan acara deklarasi. Yakni pada Selasa (28/10).
“Kami akan membawa massa yang lebih besar lagi. Aksi akan tetap dilakukan di depan Kantor DPRD. Tidak masalah di sini demo besar-besaran di sana ada acara deklarasi,” tuturnya sambil menunjuk Gedung Balai Rakyat.
Gedung Balai Rakyat letaknya memang tidak berjauhan dengan Kantor DPRD Tulungagung. Jaraknya hanya puluhan meter saja. Sama-sama berada di kawasan Alun-Alun Kota Tulungagung.
Dalam aksi unjuk rasa kemarin, Aliansi Masyarakat Tulungagung Cinta Damai juga membentangan kain putih di sepanjang jalan depan Kantor DPRD Tulungagung. Kain tersebut lantas ditandatangani peserta aksi dan masyarakat sebagai tanda penolakan terhadap pendirian FPI.
Selain itu perwakilan Aliansi Masyarakat Tulungagung Cinta Damai diterima untuk bertemu dengan pimpinan DPRD Tulungagung. Meski dalam pertemuan tersebut hasilnya cukup mengecewakan mereka karena pimpinan DPRD belum bisa meluluskan tuntutannya, yakni untuk menerbitkan Perda tentang penolakan pendirian FPI di Tulungagung.
Pimpinan DPRD Tulungagung menilai FPI merupakan organisasi masyarakat yang legal. Dan tentu keberadaannya juga legal dan dilindungi undang-undang.
Setelah mendapat kepastian jawaban dari pimpinan dewan tersebut, pengunjuk rasa kemudian melanjutkan aksinya ke Mapolres Tulungagung. Mereka mendesak Kapoles Tulungagung agar tidak memberikan izin atas rencana acara deklarasi FPI yang akan berlangsung pekan depan itu.
Seperti diberitakan, tekad FPI untuk melakukan deklarasi pendirian di Tulungagung tidak main-main. Gedung Balai Rakyat yang dikatakan bakal dijadikan tempat untuk deklarasi ternyata benar-benar telah mereka sewa untuk tanggal 28 Oktober 2014 mendatang. [wed]

Keterangan Foto : Pengunjuk rasa membentangkan sepanduk yang bertuliskan penolakan pada FPI.

Tags: