Puluhan Massa GRB Tuntut Pembebasan Pokemon

31-Wawan Handrianto selaku kordinator massa GRB, menuntut pembebasan aktivis keadilan pokemon cs di PN Surabaya, Kamis (30,10). AbednegoSurabaya, Bhirawa
Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bersatu (GRB) didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Kamis (30/10) mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Kedatangan mereka, yakni merupakan aksi menuntut pembebasan Ari Saputro alias Pokemon dalam kasus kerusuhan Lokalisasi Dolly yang menjeratnya.
Sembari membawa spanduk bertuliskan ‘Warga lokalisasi dolly menuntut pembebasan pokemon dan kawan, sebagai bentuk keadilan’ dan ‘Save pokemon aktivis demokrasi, jangan samakan dengan preman’. Puluhan massa juga meneriakkan agar Pengadilan Negeri Surabaya harus tahu mana yang namanya keadilan.
Wawan Handrianto selaku kordinator massa menyebut, penangkapan dan tindakan kekerasan (represiv) terhadap pokemon dan sembilan warga Dolly merupakan bukti sikap arogan dari Pemkot Surabaya. Sebab, pokemon merupakan aktivis keadilan yang memperjuangkan keluh kesah warga dolly.
“Penangkapan pokemon cs, merupakan bukti ketidak mampuan Pemkot Surabaya dalam menyelesaikan persoalan sosial di wilayah lokalisasi dolly,” terang Wawan dalam orasinya didepan PN Surabaya, Kamis (30/10).
Selain itu, Wawan menilai tuntutan Jaksa satu tahun empat bulan kepada Pokemon dan kawan-kawan, jelas mencederai rasa kemanusiaan dan rasa keadilan. Lanjut Wawan, pokemon cs merupakan aktivis penegak Hak Asasi Manusia (HAM) yang memperjuangkan sepenuhnya bagi warga dolly.
“Mereka ini orang-orang yang menjadi bagian dari proses penegakan Hak Asasi Manusia dan Demokrasi. Jangan samakan mereka dengan pelaku kejahatan kriminan,” tegas Wawan.
Ditambahkan Wawan, aksi protes yang dilakukannya ini adalah bentuk dari peduli akan perjuangan pokemon cs bagi warga lokalisasi dolly. Tak hanya itu, Ia juga meminta PN Surabaya untuk membebakan pokemon cs.
Sebab, tindakan yang dilakukan pokemon tidaklah sebuah pelanggaran hukum, melainkan aksi meminta keadilan. “Kami meminta PN Surabaya membebaskan kawan kami pokemon cs,” imbuhnya.
Sebelumnya, sembilan ‘pahlawan’ penolakan penutupan lokalisasi dolly menjalani sidang dengan agenda tuntutan, Rabu (22/10) lalu. Sembilan terdakwa kerusuhan Dolly tersebut dituntut dengan hukuman yang berbeda-beda sesuai peran masing-masing.
Oleh Jaksa Penuntut Umun (JPU) Dedi Oktavianto dari Kejari Surabaya, para terdakwa dituntut dengan hukuman berbeda. Dua terdakwa yaitu Sungkono Ari Saputro alias Pokemon dan Kanan bin Jadi dituntut dengan hukuman 16 bulan atau 1 tahun 4 bulan penjara. Sedangkan 7 terdakwa lain diantaranya, Supari bin Jaelan, Jaringsari bin Mustam, Pardi bin Panein, Mausul Hadi, Darmanto bin Tanein, Subekiyanto, dan Kusnadi dituntut dengan hukuman 1 tahun penjara.
Sembilan terdakwa kerusuhan lokalisasi Dolly ini dituntut dengan hukuman berbeda karena mereka dijerat dengan pasal berbeda, yang dipisah dalam empat berkas dakwaan berbeda. Dalam sidang perdana ini terdakwa dijerat dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan dimuka umum.
“Selain itu terdakwa juga dijerat dengan Pasal 216 KUHP tentang mencegah dan merintangi penutupan yang dilakukan pemerintah,” ujar JPU Dedi dalam tuntutannya pekan lalu. [bed]

Keterangan Foto : Wawan-Handrianto-selaku-kordinator-massa-GRB-menuntut-pembebasan-aktivis-keadilan-pokemon-cs-di-PN-Surabaya-Kamis-3010.-[Abednego].

Tags: