Petani Kab Madiun Harus Berwawasan Bisnis

dar-bupati bst saresahanKab. Madiun, Bhirawa
Petani saat ini sedang menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi seperti ini tentunya membuat Petani padi mengalami kesulitan mendapatkan air untuk tenaman padi mereka. Sehingga para petani harus mengeluarkan dana tambahan yang lebih tinggi untuk mendapatkan air pertanian.
Tentunya ini juga berpengaruh pada biaya produksi padi. Untuk itu tidak ada salahnya kalau petani mentaati pola tanam yaitu Padi-Padi-Polowijo. Pola ini diyakini ampuh untuk menekan biaya produksi padi sekaligus untuk memutus siklus hama pada tanaman sekaligus mengembalikan struktur tanah pertanian.
“Yang jelas, petani juga harus berwawasan bisnis. Artinya bahwa petani Kab. Madiun harus memikirkan untung rugi. Dicontohkan, kalau saat musim panen raya harga hasil panen padi biasanya turun, maka petani jangan langsung menjal hasil panennya, tetapi disimpan dulu nunggu harga gabah kembali stabil untuk dijual,” tegas bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos pada sarasehan pada Bhakti Sosial Terpadu (BST) Pemkab. Madiun putaran  ke 116 di Desa Singgahan Kecamatan Kebonsari Kab. Madiun, Rabu (29/10).
Dijelaskan oleh bupati Muhtarom, untuk biaya tanam berikutnya, petani bisa memanfaatkan dana pinjaman di Bank yang suku bunganya relatif kecil. Jangan sampai petani pinjam modal di Bank harian (Bank thithil) hal ini sangat memberatkan. “Karena uang yang kita pinjam belum menghasilkan sesuatu kita sudah dikejar-kejar untuk mengembalikan/mengangsur pinjaman itu. Ya kan,”kata Muhtarom balik bertanya.
Tidak hanya itu, lanjut Muhtarom, petani juga bisa mencoba menjadi tanaman Hortikulkura yang sangat banyak ragamnya. Pilih jenis tanaman yang sesuai dengan struktur tanah yang ada dengan berkonsultasi ke petugas penyuluh lapangan, atau bisa saja memanfaatkan media informasi (Internet) untuk mencari tahu kebutuhan pasar (sayuran, kacang-kacangan, cabai, jagung dll) yang dibutuhkan secara luas saat ini. Dengan cara ini petani akan maju dan akan mendapatkan penghasilan yang cukup yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Di sisi lain Muhtarom meningatkan, sekarang ini dibidang kesehatan sedang musim penyakit Demam Berdarah (DB) dan juga Diare. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat lebih berhati-hati dan selalu waspada dengan gejala yang timbul pada anggota keluarganya. Kalau saja ada anggota keluarga yang mengalami suhu badan panas tinggi hingga sehari semalam, hendaknya segera dibawa ke dokter atau Puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan.
“Pastikan bahwa saat ini anggota keluarga kita tidak sedang menderita DB atau Diare. Untuk itu masyarakat harus aktif menjaga kebersihan lingkungan kita dengan 3 M (Menutup, Menguras dan Mengubur) barang barang yang dimungkinkan sebagai sarang nyamuk.” sarang Muhtarom.
Terkiat dengan kegiatan BST Bupati Muhtarom menjelaskan, berbagai kegiatan dilaksanakan dalam kegiatan ini diantaranya, olahraga bersama masyarakat, sarasehan, blususkan mengunjungi warga sedang sakit/tidak mampu utamanya mereka yang sudah lanjut usia (jompo), kerja bhakti pengaspalan jalan, pelayanan administrasi (KTP, KK, Akte Kelahiran, Ijin Usaha, SKCK, dll), Pasar Murah untuk warga kurang mampu, Pelayanan Pengobatan Masyarakat Gratis, Pelayanan Donor Daerah , Pelayanan Keluarga Berencana dll.
Pada kesempatan ini Bupati Madiun juga berkenan menyerahkan berbagai bantuan seperti, biaya perawatan tempat ibadah, bantuan bea siswa untuk SD/MI, SMP/MTs, Alat Peraga Edukatif (APE), Sembako untuk keluarga kurang mampu, dan penyerahan sertifikat tanah swadaya program Larasita. [dar]

Tags: