Perkara Perceraian di PA Sidoarjo Membludak

14-kasus cerai-Ach-1Sidoarjo, Bhirawa
Entah fenomena apa yang terjadi dalam rumah tangga sekarang ini, ternyata jumlah sidang kasus perceraian yang terjadi di wilayah Kab Sidoarjo sangat tinggi. Bahkan data yang berhasil dihimpun di Kantor Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo tahun 2013 mencapai 3.280 kasus perceraian, dari jumlah kasus seluruhnya yakni sebesar 4.182 kasus.
Menurut Plt Panitera Kantor Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo, Drs Mat Busiril MH saat ditemui Senin (13/10) kemarin, kalau kejadian banyaknya kasus perceraian itu merupakan sudah fenomena alam. Karena sudah terjadi sejak zaman dahulu. Apalagi kasus cerai gugat yang dilakukan oleh seorang istri datanya lebih tinggi dari pada kasus cerai talak.
Menurut Busiril, kasus gugat cerai yang dilakukan seorang istri tahun 2013 sudah mencapai 2.127 kasus, tahun 2014 hingga Bulan September sudah mencapai 1.615 kasus. Sedang kasus cerai talak yang dilakukan seorang suami tahun 2013 mencapai 1.153 kasus, dan di tahun 2014 hingga bulan September sudah mencapai 806 kasus.
”Banyak hal penyebabnya, diantaranya kurang adanya tanggungjawabnya dari seorang laki-laki, termasuk adanya alat-alat teknologi yang sudah modern juga bisa jadi penyebab. Bahkan adanya orang ketiga, yang dikenal melalui jejering sosial HP, yakni facebook, catting, twitter dan lainnya,” katanya.
Hal yang sama juga dikatakan seorang pengacara yang sering menangani kasus perceraian di Kantor PA Sidoarjo, Mansyur SH juga membenarkan kalau  perceraian diakibatkan kurang tanggungjawabnya seorang kepala rumah tangga. Diantaranya, kurang perhatiannya terhadap ekonomi. Disisi lain juga ada seorang ibu yang sudah tercukupi secara ekonomi, dan merawat anak-anaknya di rumah, namun seorang laki-lakinya melakukan perselingkuhan. ”Akibatnya banyak sekali seorang istri yang melakukan gugat cerai,” katanya.
Namun secara umum, paling banyak adalah kasus perselingkuhan. Dalam kondisi ini seorang perempuan tak mau suaminya menikah lagi, dia malah ingin lepas, dari pada sakit hati lebih baik cerai. Makanya data gugat cerai selalu paling tinggi dibanding kasus-kasus yang lain. “Untuk tahun 2013 kemarin saya menangani kasus perceraian sekitar 110 kasus. Sedangkan di tahun 2014 hingga Oktober ini sudah terdata sekitar 109 kasus,” jelas Mansyur. [ach]

Keterangan Foto : Suasana antrian, menunggu disidangkannya kasus perceraian di Kantor PA Sidoarjo, Senin (13/10) kemarin. [achmad suprayogi/bhirawa]

Tags: