Pemprov Jatim Siapkan Hujan Buatan Demi Isi Waduk Besar

PesawatPemprov Jatim, Bhirawa
Pemprov Jatim melalui Dinas PU Pengairan Jatim merencanakan berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) untuk melangsungkan proses hujan buatan di wilayah hulu untuk bisa mengisi waduk besar yang bebeberapa diantaranya mulai menipis.
Kepala PU Pengairan Jatim, Ir Supaad melalui Kabid Operasional, Ir Sunoko mengatakan, hujan buatan itu akan berlangsung jika prediksi hujan kembali mundur. “Namun dari BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika, red) memperkirakan hujan mulai turun sporadis dibeberapa daerah pada awal November,” katanya, Kamis (30/10).
Misalkan saja dari empat waduk besar, yang kini sedang menipis kapasitasnya yaitu Waduk Sutami. “Waduk besar lainnya, kapasitasnya masih dalam batasan wajar dan sesuai dengan perencanaan,” katanya.
Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan ada beberapa waduk di Indoensia mengalami kekeringan, namun Kementerian Pekerjaan Umum merilis bahwa waduk di Jawa Timur masih dalam keadaan normal. Waduk itu yakni Sutami, Lahor, Selorejo, Bening dan Wonorejo.
Sebelumnya, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Hari Suprayogi mengatakan, kondisi ini berdasarkan status 13 Oktober 2014.
Dikatakan Hari, waduk dalam Kondisi normal artinya elevasi pantau di atas elevasi rencana. Untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan, di antaranya dilakukan efisiensi dan pembatasan-pembatasan dalam penggunaan air. Dan di setiap Balai Besar Wilayah Sungai/Balai Wilayah Sungai yang tersebar di seluruh Indonesia sudah disiagakan 641 pompa kekeringan di 10 BBWS/BWS.
Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, M. Natsir mengungkapkan, kekeringan yang menyebabkan kekurangan air bersih atau air minum terdapat di daerah yang belum memiliki jaringan air minum.
Beberapa Kabupaten/Kota yang mengalami kekeringan di tahun 2014 diantaranya Provinsi Banten di beberapa desa di 5 Kabupaten/Kota, Provinsi Jawa Tengah di 19 Kabupaten, Provinsi Jawa Barat di 9 Kabupaten, Provinsi Jawa Timur di 26 Kabupaten, Provinsi D.I. Yogyakarta di 4 Kabupaten dan Provinsi Nusa Tenggara Timur di 22 Kabupaten/Kota.
“Saat ini Kementerian PU telah melakukan upaya penanganan tanggap darurat kekeringan dengan menempatkan sebaran barang atau peralatan di setiap provinsi, yang sewaktu-waktu dapat dimobilisasi ke lokasi kekeringan apabila diperlukan,” ungkap Natsir.
Peralatan tersebut diantaranya di DKI Jakarta (25 MTA dan 1.237 HU), Banten (13 MTA dan 82 HU), Jawa Barat (64 MTA dan 298 HU), Jawa Tengah (79 MTA dan 344 HU), DIY (12 MTA dan 266 HU), Jawa Timur (43 MTA dan 450 HU) dan NTT (5 MTA dan 36 HU), total tersebar 202 MTA dan 2.713 HU. N [rac]

Tags: