Pemkot Kediri Tak Batasi Hewan Kurban Luar Daerah

???????????????????????????????Kota Kediri, Bhirawa
Hari raya Iduladha tahun ini Pemerintah Kota Kediri tidak membatasi datangnya hewan korban dari luar daerah, sebab stok hewan kurban di Kota kediri tidak mencukupi kebutuhan hewan kurban yang diprediksi kebutuhan akan terus meningkat.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kediri Haris Candra mengatakan meskipun stok di kota kediri tidak mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban namun di pastikan kebtuhan tidak akan ada kekurangan. “Kami tidak membatasi datangnya hewan kurban dariluar kota, ini untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban yang terus meninkat dari tahun ketahun,” ungkapnya saat melakukan sidak hewan kurban, Kamis (2/10).
Dijelaskan Haris Candra, hingga saat ini hewan kurban yang saat ini didatangkan ke Kediri rata-rata berasal dari Kabupaten Trengalek dan Kabupaten Tulungagung, dan peningkatan kebutuhan hewan kurban di Kota Kedri berlangsung ini sejak H-7 lalu.
“Kambing-kambing ini datang rata-rata dari Tenggalek dan Tulungagung, dan masyarakat yang ingin berkurban tidak perlu resah karena tidak dapat mendapatkan hewan kurban, dipastikan di Kota kediri tidak akan kekurangan,” terangnya.
Sementara dalam inpeksi mendadak ini, petugas monitoring hewan kurban banyak menemukan hewan kurban yang belum cukup umur dan adanya hewan kurban yang cacat pada testisnya, dari beberapa titik yang disidak, ada sekitar 12 persen yang belum layak dijadikan kurban.
“Untuk melihat usia kambing ini kami melihat dari giginya apakah sudah copot atau belum (poel), ada sekitar 12 yang belum poel, dan itu tidak boleh dijadikan hewan kurban,” kata drh Pujiono yang ikut menjadi Tim montoring hewan Kurban.
Diketahui tahun 2013 lalu kebutuhaan hewan kurban di Kota Kediri mencapai 2177, dengan rincian  sapi 429 ekor, kambing 1748 ekor, dan diprediksi kebutuhan hewan kurbn tahun ini akan meningkat.
Meningkat 20 Persen
Sementara itu, menjelang Hari Raya Iduladha atau hari raya kurban, permintaan kambing kurban terus meningkat. Peternak Lumajang saat ini kebanjiran pesanan kambing dari berbagai daerah, mulai dari Surabaya, Jawa Barat sampai DKI Jakarta.
Per minggunya, sebanyak 5 ribu ekor kambing kurban dikirimkan ke daerah-daerah tersebut. ”Permintaan kambing kurban ini meningkat 15 persen dibandingkan bulan sebelumnya.” kata drh Gatot Subiyantoro Kepala Dinas Perternakan (Disnak) Kabupaten Lumajang. Bahkan menjelang Hari Raya Kurban, permintaan bisa meningkat sampai lebih dari 20 persen.
Dengan banyaknya permintaan dan pengiriman kambing untuk keperluan kurban dari Lumajang, peternak mengirimkan komoditi dua kali sepekan. ”Artinya disesuaikan dengan hari pasaran ternak di pasar hewan yang ada. Yakni setiap hari Senin dan Jumat,” paparnya seraya menambahkan, untuk kebutuhan di wilayah Kabupaten Lumajang guna keperluan Hari Raya Kurban dipastikan tercukupi.
Sedangkan untuk komoditi sapi, Gatot Subiyantoro menyampaikan, permintaan juga meningkat. ”Kemampuan untuk mengirim ke luar daerah untuk ternak sapi sekitar 1.500 ekor perbulan. Setiap kali pengiriman pada saat hari pasaranternak sekitar 2 truk gandeng. Komoditi ini juga dikirimkan ke Surabaya, Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ungkap Gatot.
Tidak berbeda dengan potensi kambing, komoditi sapi ternak di Kabupaten Lumajang juga melimpah. Hanya saja, Dinas Peternakan Kabupaten Lumajang telah memberlakukan proteksi agar potensi bibit sapi produktif tidak habis begitu saja krena permintaan pasar melimpah.
Terutama untuk ternak bibit itu kami khawatir untuk tidak banyak di kirim keluar daerah. Dan juga kebanyakan yang untuk konsumsi itu lebih banyak jantan. ”Demikian juga untuk komoditi hewan kurban itu juga kan jantan, jarang untuk yang indukan,” terangnya.
Meningkatnya permintan pasar untuk kambing dan sapi kurban, ternyata berbanding terbalik dengan permintaan daging melalui Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Dari 7 RPH yang ada di Kabupaten Lumajang, seluruhnya malah mengalami penurunan permintaan untuk konsumsi umum. Dikatakan oleh Gatot konsumsi umum, yakni konsumsi yang sifatnya konsumen rutin harian. ”Karena konsumen masyarakat nantinya akan menikmati hasil dari pemotongan hewan kurban,” tukasnya.
Saat Hari Raya Kurban, Dinas Peternakan masih menurut Gatot Subiyantoro, juga telah menyiapkan tim guna melakukan pemeriksaan kesehatan ternak. Tim akan melakukan pemeriksaan pada sentra penjualan ternak di pinggir jalan dan tempat pemotongan hewan kurban di masyarakat. [mb2,yat]

Keterangan Foto : Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kediri Haris Candra, saat melakukan sidak hewan kurban, Kamis (2/10). [mb2bhirawa]

Tags: