Mobil PMK Kabupaten Pasuruan Tak Layak Pakai

Sebuah mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Pasuruan ketika menjinakkan api saat terjadi kebakaran di wilayah Sidogiri Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan.

Sebuah mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Pasuruan ketika menjinakkan api saat terjadi kebakaran di wilayah Sidogiri Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan.

Pasuruan, Bhirawa
Luasnya Kabupaten Pasuruan, Jatim dengan memiliki 24 kecamatan, ternyata hanya memiliki dua unit mobil pemadam kebakaran. Ironisnya kedua mobil itu kondisinya tidak layak pakai sehingga petugas sering mengalami kendala saat ada bencana kebakaran.
Dua unit kendaraan pemadam tersebut memiliki umur berbeda, yakni masing-masing kendaraan keluaran tahun tahun 1995 dan 2003. Meski satu kendaraan pemadam relatif baru keluaran 2003, namun kondisi keduanya tidak jauh berbeda.
Berdasarkan data UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Pasuruan, setiap sepekan kebakaran menyapa wilayah Kabupaten Pasuruan rata-rata lebih dari 2 kali. Terinci, angka kebakaran hingga bulan Januari-Oktober, mencapai 50 kasus.
Januari-Agustus kebakaran sebanyak 37 kasus, ditambah 9 kasus pada bulan September serta pada Oktober kali ini terdapat 14 kasus kebakaran. Besaran jumlah tersebut mendekati jumlah kebakaran selama satu tahun selama kurun 2013 yakni sebanyak 56 kasus. Kepala UPT PMK Kabupaten Pasuruan, Ruspandi menyampaikan petugas pemadam kebakaran dilapangan sering menghadapi kendala karena secara mendadak kampas kopling atau kampas rem rusak saat menjelajah jalanan menuju lokasi kebakaran. Begitupula hal yang lainnya, jika berhasil sampai di lokasi kebakaran, mesin pompa air tersendat sehingga tidak bisa melakukan penyemprotan. “Sedih sekali melihat kondisi mobil pemadam kebakaran. Jika sudah rusak, kami hanya memendam perasaan alias hanya pasrah saja,” kata Ruspandi, Kamis (30/10).
Menurut Ruspandi, sebelum melakukan bertugasnya dilapangan pihaknya sudah memastikan kondisi dua kendaraan tersebut. Terutama melakukan pengecekan mesin kendaraan secara rutin hingga mesin pompa serta perawatan-perawatan reguler lainnya.
“Sudah kami lakukan pengecekan semuanya sebelum berangkat, tapi hasilnya nihil dan tak ada perubahan. Kami juga sudah melakukan pengajuan kendaraan PMK di tahun 2015 melalui Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pasuruan karena Kesbangpol sebagai struktrur badan di atas UPT PMK,” paparnya.
Diketahui, selama ini proses pemadaman yang terjadi di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Pasuruan lebih banyak terbantu dari keberadaan PMK milik perusahaan swasta diantaranya milik PT PIER dan PT HM Sampoerna. Kendaraan tersebut dinyakini lebih layak dan mumpuni, terlebih pada saat menghadapi peristiwa kebakaran dengan skala besar.
Terpisah, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pasuruan Djoeswantoro mangakui jika kedua unit kendaraan PMK saat ini sudah tidak layak digunakan untuk tugas penting pemadaman lantaran kendaraan sudah tua. Pihaknya juga sudah mengajukan pengadaan kendaraan PMK baru di tahun 2015 ini, tujuannya tidak lain agar kinerja petugas dilapangan bisa meraih hasil yang maksimal.  “Sudah kami ajukan pengadaannya di tahun 2015 ini. Dan Bapak Bupati Pasuruan telah menyetujuinya. Kami hanya berharap agar cepat terealisasi,” ujar Djoeswantoro. [hil]

Tags: