Mantan Karyawan Bantai Keluarga Bos Batik

7-FOTO KAKI rur-TSK1Jombang, Bhirawa
Nasib Tragis menimpa keluarga Hendriadi (40) Warga Perumahan Sambong Permai Jombang, istri dan kedua anaknya tewas dibantai mantan karyawannya sendiri, Ihsan Pratama (19), Rabu (22/10) dini hari. Sementara Hendardi harus mendapat perawatan di RSUD setempat karena beberapa luka tusukan.
Ketiga Korban tewas itu adalah, Rifan Hernanda (8), Yoga Saputra (10) seta Delta Fitriani (34) sedangkan Hendardi mengalami luka kritis. “Dua anaknya yang menjadi korban dan meninggal di lokasi kejadian, sedangkan istrinya sempat dilarikan kerumah sakit,” ujar Wakapolres Kompol Sumardji didampingi Kasatrestrim, AKP Harianto Ranteselu mengungkapkan.
Sumardji menambahkan, pembunuhan pengusaha batik asal Pontianak Riau ini terjadi sekitar pukul 24.15 WIB. Saat itu tersangka yang sudah 2 tahun menjadi karyawan di toko Hendardi ini mengendap masuk rumah korban dengan cara mencongkel pintu.
Namun saat masuk rumah tiba tiba Istri Hendardi terbangun dan tersangka IP langsung menusuk perut korban sebanyak dua kali. “Dua anaknya yang juga menjadi korban juga sama mendapat tusukan, setelah terbangun mendengar ibu mereka menjerit,” imbuhnya.
Dari hasil pemeriksaan, lanjut Wakapolres ini mengungkapkan, tersangka telah menyiapkan pembunuhan sejak lama. Terbukti dengan tiga senjata yang digunakan untuk membantai korbannya. “Ada tiga senjata tajam yang dibawa, yakni pisau, Pedang dan badik. Namun yang digunakan pembunuh hanya pisau,” tandasnya.
Usai melakukan pembantaian terhadap ketiga korbannya, IP kemudian melanjutkan aksinya mencari Hendardi yang berada di kamar berbeda. Mantan bosnya ini juga tak luput dari tusukan pisau yang telah digunakan membunuh kedua anak dan istrinya.
“Namun nampaknya ada perlawanan, dan korban sempat berteriak sehingga pelaku akhirnya melarikan diri dengan melompat pagar,” beber Sumardji mengungkapkan. Korban terluka sempat keluar rumah berteriak meminta tolong.
Mendengar jeritan korban, warga sekitar langsung mengejar pelaku yang sempat melarikan diri hingga puluhan meter dari lokasi. “Pelaku berhasil ditangkap warga, dan diserahkan ke Mapolres,” tambah Kasatreskrim membeberkan.
Kini pelaku masih terus diperiksan untuk dimintai keterangan. Namun dari pengakuan sementara pelaku IP membantai keluarga Hendardi karena dendam sering dituduh mencuri uang dan pakaian. “Pelaku dituduh telah mencuri uang sebesar Rp 7 juta dan beberpa pakaian, sehingga tibul dendam,” tandasnya seraya mengatakan tuduhan itu tidak hanya dilakukan Hendardi akan tetapi juga kedua anaknya yang kini menjadi korban.
Di samping mengamankan pelaku IP, Polisi lanjutnya juga mengamankan tiga senjata yang digunakan tersangka untuk membantai korbannya. “Ada tiga senjata, yakni Pisau, Pedang dan badik yang masih berlumuran darah,”bebernyaseraya mengatakan, pelaku dijerat pasal 340 pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman sebesar 20 tahun.
Balita Selamat
Sementara itu, Najwa (2) anak Hendardi pengusaha Batik yang tinggal di Sambong Dukuh Jombang, selamat dari pembantaian. Namun balita ini harus rela ditinggalkan ibu dan dua kakaknya yang dihabisi Ihsan Pratama mantan karyawan orang tuanya. “Ada satu anak korban yang selamat, (najwa) dia selamat karena saat tidur berada diruang belakang bersama dua pembantunya,” ujar Kasatreskrim Harianto Ranteslu mengungkapkan.
Dari pemeriksaan, pelaku tidak membunuh Najwa karena balita ini tidak pernah ikut menuduh tersangka IP melakukan pencurian uang.” Pelaku mengaku membunuh dua anak mantan majikan yang masih berusia 11 tahun karena mereka juga sering menuduh pelau mencuri uang orang tuanya (Hendardi),” imbuhnya.
Kasat juga mengatakan, hasil pemeriksaan belum ditemukan pelaku mengalami gangguan jiwa saat melakukan pembunuhan. “Bahkan, pelaku I terlihat tenang dan puas setelah melakukan pembunuhan. Namun demikian kita tetap akan memeriksakan kejiwaan pealku,” tandasnya. [rur]

Keterangan Foto: Wakapolres Kompol Sumardji dan Kasatreskrim, Harianto saat menunjukkan tiga senajata tajam yang digunakan pelaku membunuh dan membantai korbannya. [ramadlan/bhirawa]

Tags: