Lagi, Dirut PT PWU Diusir Komisi C Dewan Jatim

PT Panca Wira UsahaDPRD Jatim, Bhirawa
Hearing Komisi C bersama PT Panca Wira Usaha (PWU) sebagai salah satu BUMD plat merah mililk Pemprov Jatim terkait kinerja 2014 lalu berakhir pada pengusiran. Pasalnya, badan usaha yang dipimpin, Arif Afandi ini dinilai kurang serius memaparkan target dan kinerjanya selain tidak adanya data detail terkait aset yang dikelola PT PWU.
Ketua Komisi C DPRD Jatim, Thoriqul Haq menegaskan sebagai Dirut PT PWU seharusnya dia membawa data lengkap terkait kinerjanya. Mengingat banyak sekali sektor yang dikerjakan PT PWU Jatim. Selain aset juga disitu ada industri yang dikelola mulai hotel, manufactur, pelayanan atau Jasa serta persewaan gedung/bangunan..Untuk itu, pihaknya minta Dirut PT PWU Jatim untuk pulang dan bisa kembali jika data penunjang dilengkapi semua.
“Masa di hearing soal kinerja hanya membawa data satu lembar. Seharusnya yang bersangkutan bawa data detail dan data pendukung terkait aset yang dikelolanya termasuk sejumlah anak perusahaannya. Sebaliknya yang terjadi Pak Arif hanya membawa satu lembar kertas yang tak ada rinciannya sama sekali,”tegas politikus asal PKB Jatim ini, Rabu (29/10).
Sementara, anggota Komisi C Jatim, Sri Untari mengaku sangat menyayangkan sikap mantan wakil wali kota Surabaya ini yang tidak membawa data penunjang atas bisnis yang dikelola PT PWU.  “Masak hanya satu lembar membawa materi bahan untuk membahas BUMD. Bahkan data asetnya juga tidak dicatat secara rinci. Padahal kami sebagai anggota dewan harus mengetahuinya secara detail,” terang politisi perempuan ini asal Fraksi PDIP Jatim ini.
Karenanya, Komisi C akan menjadwal ulang untuk melakukan hearing dengan PT PWU lusa. Disampaikan Sri Untari, dalam rancangan kerja dan anggaran perusahaan 2015,  terlalu normatif dan hanya formalitas. “Materi yang disampaikan hanya normatif. Padahal PWU memiliki 13 item bisnis yang dijalankan,” kata dia.
Seperti diketahui, hampir semua anggota Komisi C mengaku kecewa dengan sikap managemen PT PWU yang terkesan tidak serius membeber data dari aset yang dikelolahnya..
Terpisah adanya kabar dirinya diusir, melalui sms-nya Dirut PT PWU Jatim, Arif Afandi langsung membantah. “Kami tidak diusir, tapi ditunda,” kata dia.
Ia juga  menegaskan, jika dewan hanya meminta data tamabahan. Misalnya data aset dan data neraca interim yang lengkap.  “Kalau memang anggota komisi C menyebut kami diusir, ya kami berterima kasih,” pungkas Arif Afandi. [cty]

Tags: