KONI Jatim Gunakan Dana Talangan

ponremaja_2014Surabaya, Bhirawa
Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I tahun 2014 tingga sekitar satu bulan, namun belum setetes pun anggaran multieven yang digelar pada 9-16 Desember di Surabaya-Sidoarjo itu turun. Untuk mencukupi kebutuhan teknis maupun non teknis terpaksa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim menggunakan dana talangan.
Menurut Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung, dana anggara PON Remaja I sebesar Rp31 miliar dengan rincian Rp21 milian dari APBD dan Rp10 milian dari APBN. “Saya berharap anggaran dari APBD maupun APBN segera turun dalam minggu ini agar kami bisa mencukupi kebutuhan persiapan,” katanya saat ditemui di KONI Jatim, Selasa (28/10).
Ia mengaku anggaran Rp31 miliar itu tergolong minimalis untuk menggelar multieven nasional. Namun selaku tuan rumah, pihaknya akan bekerja ekstra agar event ini bisa berjalan dengan baik. “Sebenarnya dana sebesar itu tergolong minimalis untuk menggelar ajang besar seperti PON Remaja, sehingga ada beberapa hal yang perlu disesuaikan, tapi dari sisi teknis pelaksanaan pertandingan tidak akan berkurang secara kualitas,” ujarnya.
Ia juga memastikan jadwal perhelatan PON Remaja mengalami perubahan dan diundur tiga hari, dari semula pada 6-12 Desember menjadi 9-15 Desember 2014. Pengunduran jadwal itu menyesuaikan agenda Gubernur Jatim Soekarwo yang ada kunjungan dinas ke luar negeri hingga 8 Desember.
“Perubahan jadwal ini sudah kami sampaikan kepada KONI Pusat dan seluruh provinsi. Acara pembukaan rencananya digelar pada 9 Desember di DBL Arena Surabaya,” tambah Erlangga.
PON Remaja pertama dengan peserta atlet usia di bawah 17 tahun itu, mempertandingkan sebanyak 15 cabang olahraga, yakni sepak bola, voli pantai, bulu tangkis, panahan, senam, renang, anggar, menembak, pencak silat, bola basket, tenis meja, tenis lapangan, atletik, loncat indah, dan judo.
Dari 15 cabang olahraga tersebut, jumlah medali emas yang diperebutkan sebanyak 131 keping, dengan atletik dan renang sebagai cabang olahraga yang paling banyak menyediakan medali. “Data terakhir, sudah ada 22 provinsi yang memastikan ambil bagian di PON Remaja. Tapi, saya tidak hafal provinsi mana saja yang sudah mendaftarkan diri,” tutur Erlangga.
Terkait persiapan sarana dan prasarana pertandingan yang dipusatkan di Surabaya dan Sidoarjo, Erlangga menambahkan pembenahan beberapa sarana pertandingan sedang dikerjakan dan dijadwalkan selesai pada akhir November. “Prinsipnya semua sarana pertandingan sudah oke, tinggal sedikit pembenahan,” ucapnya.
Sementara itu, tuan rumah Jatim sejak awal Oktober lalu telah memulai program pemusatan latihan daerah untuk persiapan PON Remaja yang melibatkan sebanyak 194 orang atlet.
Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror mengatakan nama-nama atlet yang masuk kontingen PON Remaja akan didaftarkan pada pekan ketiga November, setelah masing-masing cabang olahraga menyerahkan daftar atlet.
“Ada beberapa cabang olahraga yang masih harus menyeleksi atlet sesuai kuota yang ditetapkan. Begitu nama-nama atlet kami terima, langsung didaftarkan ke PB PON Remaja,” katanya. [wwn]

Rate this article!
Tags: