Kadinkop Pemkab Mojokerto Ditahan Kejari

Penahanan Kadiskop KabKab Mojokerto, Bhirawa
Kejaksaan Negeri Mojokerto menahan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab Mojokerto, Achmad Andre, Rabu (22/10) kemarin. Penahanan dengan alasan subyektif dan obyektif itu dilakukan setelah penyidik Polres Mojokerto melimpahkan tersangka Achmad Andre dengan berkas perkara pemeriksaan dan barang bukti uang senilai Rp16 juta yang berhasil diamankan.
Pejabat eselon II Pemkab Mojokerto ini dijebloskan ke sel tahanan Lapas Kelas IIB Mojokerto, terkait dugaan korupsi dana pendamping proyek fisik Gelanggang Olah Raga (GOR) Gajah Mada Mojosari dari Kemenpora APBD tahun 2012, sehingga mengakibatkan kerugian negara hingga Rp243 juta. Sewaktu kasus ini terjadi, Andre menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Pemkab Mojokerto
Usai penahanan, Kepala Unit Pidana Korupsi Polres Kota Mojokerto, Iptu Amat selaku penyidik  mengatakan, dana yang dikucurkan dari APBD Pemkab Mojokerto tahun 2012 untuk dana pendamping proyek fisik gelanggang olah raga (GOR) Gajah Mada Mojosari sebesar Rp750 juta. Andre  diduga telah melakukan mark up dan kegiatan fiktif sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp243 juta.
Menurut Amat, Andre ditetapkan sebagai tersangka bersama Insan Cahyadi Buana sejak Bulan Juni 2013 lalu. Saat proyek ini bergulir, Insan menjabat sebagai Bendahara Pembantu Disporabudpar Kab Mojokerto. Pria yang kini menjadi staf di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kab Mojokerto itu diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi dana pendamping yang bersumber dari APBD 2012.
”Penetapkan dua tersangka dalam kasus ini sudah dilakukan sejak lama, modus yang dilakukan pelaku  dengan cara mark up menaikkan HPS (Harga Perkiraan Sendiri), sebagian ada kegiatan fiktif, pemotongan anggaran itu sendiri, dan memberikan honor yang lebih dari yang ditetapkan,” jelas Amat kepada wartawan saat ditemui di Kantor Kejari Mojokerto usai menyerahkan tersangka kemarin.
Amat menegaskan, polisi  telah melengkapi berkas penyidikan kedua tersangka dan menyerahkannya ke Kejari Mojokerto. Dari nilai kerugian negara Rp243 juta, pihaknya mengaku baru bisa mengamankan Rp16 juta. ”Jumlah kerugian negara kurang lebih Rp243 juta dari hasil pengembalian keuangan negara kita baru mengamankan Rp16 juta lebih,” tambah Amat.
Sementara itu Kasi Pidsus Kejari Mojokerto, Andhi Ardhani menjelaskan, dua tersangka resmi ditahan pihak kejaksaan. ”Tim jaksa penuntut umum memiliki alasan objektif dan subjektif dan sepakat untuk melakukan penahanan dengan alasan sesuai dengan pasal yang ada di KUHAP,” ungkap Andhi.
Dalam perkara ini, Andhi mengaku telah menerima berkas perkara kedua tersangka dan alat bukti berupa sejumlah uang dan surat-surat terkait kasus korupsi ini dari penyidik kepolisian. Pihaknya berjanji dalam kurun waktu 20 hari ke depan akan segera melanjutkan kasus korupsi ini ke tahap penuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. ”Kedua tersangka kita jerat dengan pasal 2, 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” pungkasnya. [kar]

Keterangan Foto : Tersangka Achmad Andre (tengah) dikawal petugas kejaksaan menuju mobil tahanan, Rabu (22/10) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Tags: