Gerindra Sidoarjo Jadi Macan Ompong

Gerindra SidoarjoSidoarjo, Bhirawa
Fraksi Gerindra Sidoarjo rupanya menjadi macan ompong di DPRD Sidoarjo, partai ini lebih memilih jalan aman dengan menggandeng partai pendukung KIH (Koalisi Indonesia Hebat) dalam perebutan jabatan alat kelengkapan DPRD Sidoarjo.
Gerindra sudah tak peduli dengan nasib partai di KMP (Koalisi Merah Putih) seperti Golkar, PBB  dan PAN yang terpuruk kehilangan posisi strategis di alat kelengkapan yang bakal disapu habis PKB, PDIP dan Gerindra. Untuk menggapai posisi strategis itu, Gerindra bukan saja tak berkordinasi dengan KMP Sidoarjo tetapi juga bergerak liar dengan melakukan manuver semaunya. ”Kami benar-benar ditinggal Gerindra,” kata Ketua Fraksi Golkar, Warih Andono. Ketua DPC Gerindra, Ahmad Rivai, herannya ikut bingung dengan keadaan ini. ”Ini juga di luar kontrol saya, karena yang bergerak adalah fraksi,” ucapnya
Tak solidnya KMP di DPRD Sidoarjo ditandai dengan merapatnya Fraksi PKS/Nasdem ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH), kemudian diikuti Fraksi Gerindra, serta Fraksi Demokrat. Dengan demikian, hanya tinggal Fraksi PAN dan Fraksi Golkar-PBB-PPP yang masih solid. Dari tujuh fraksi itu terbelah menjadi dua dengan tak mengikuti struktur KMP ataupun KIH. Yakni lima fraksi bersatu adalah PKB, PDIP, Nasdem/PKS, Gerindra dan Demokrat.
Ketua DPD Demokrat, Sarto, menyatakan, langkah politik Demokrat tak mengikuti jalur KMP dan KIH. ”Kami berpijak kepada koalisi yang menguntungkan Demokrat,” ucapnya, Minggu (26/10) lalu.
Jika hanya mengandalkan dua fraksi saja, maka saat pemilihan pimpinan komisi, PAN dan Golkar-PBB-PPP tak akan mendapat porsi pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan lainnya. Pimpinan komisi akan diborong oleh Fraksi PKB, Fraksi PDIP, Fraksi Gerindra, Fraksi PKS-Nasdem dan Fraksi Demokrat.
Hal ini didasarkan jumlah komposisi anggota dewan, PAN hanya tujuh kursi dan Golkar-PBB-PPP juga tujuh kursi. ”Kalau pemilihan pimpinan komisi, Fraksi PAN dan Fraksi Golkar-PBB-PPP tak akan mendapat porsi pimpinan karena akan kalah saat voting. Sedangkan Fraksi PKB, PDIP, Gerindra, Demokrat dan PKS-Nasdem akan menyapu bersih porsi pimpinan komisi,” ujar sumber di DPRD Sidoarjo.
Gerindra dinilai telah bermain sendiri, dengan mengabaikan KMP yang dibangun elit partainya. Seharusnya sebagai partai motor KMP, Gerindra menjaga marwah dan potensi politik yang dimiliki untuk bersama-sama membangun kekuatan politik di Sidoarjo seperti yang diinginkan Prabowo dan Abu Risal Bakrie. Bukan mencari keuntungan sendiri. ”Kalau begini terbukti bahwa anggota Fraksi Gerindra tak matang dalam berpolitik. Bagaimana fraksi ini bisa bekerja untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Kekuatan KMP setelah ditinggal Gerindra, PKS dan Demokrat, hanya 14 suara. Otomatis, KIH akan melenggang untuk menyapu bersih posisi pimpinan dewan. Bahkan, FPKB yang mempunyai 1 kursi akan mendapat dua posisi ketua komisi. Sedangkan untuk dua posisi ketua komisi lainnya akan diduduki Gerindra dan Demokrat.
Ketua Fraksi Golkar-PBB-PPP, Warih Andono menambahkan kondisi KMP di DPRD Sidoarjou masih solid. Namun, dia tak menampik jika ada fraksi yang bergabung di KMP tapi memilih bergabung ke KIH. ”Walaupun ada anggota KMP yang berkhianat, kita lihat saja nanti saat pemilihan pimpinan komisi,” ujarnya.
Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan mengatakan agenda paripurna dewan jumat kemarin adalah pengesahan Tata Tertib (Tatib) dewan. Setelah pengesahan Tatib, akan dilanjutkan dengan paripurna pengesahan komisi-komisi.
Ditanya terkait pemilihan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan, Sullamul mengaku pemilihan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan lainnya akan divoting. ”Jadi tergantung hasil pemilihan anggota komisi, siapa yang akan dipilih menjadi ketua, wakil ketua dan sekretaris,” jelasnya.
Setelah terpilih pimpinan komisi, lanjut Sullamul, kemudian akan diumumkan lagi dalam rapat paripurna. ”Doakan saja pemilihan komisi berjalan lancar. Saat ini mayoritas fraksi sudah mengirimkan nama-nama anggota komisi,” pungkasnya.n [hds]

Rate this article!
Tags: