Fraksi Partai Gerindra Diduga Goyang Ketua DPC

Gedung DPRD Kabupaten MalangPemkab Malang, Bhirawa
DPRD Kabupaten Malang sudah menetapkan pimpinan dewan baru dan pimpinan fraksi baru, pada beberapa Minggu lalu. Namun hal itu tidak membuat kekompakan sebagian anggota dewan yang diusung oleh partai politik (parpol). Sehingga anggota parpol yang kini duduk sebagai wakil rakyat terkesan telah membuat kelompok-kelompok sendiri, guna menyusun kekuatan.
Hal ini kemungkinan juga terjadi karena Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah disahkan anggota DPR RI, bahwa Pilkada tidak dipilih langsung oleh rakyat namun dipilih langsung oleh anggota DPRD. Sehingga anggota DPRD Kabupaten Malang yang baru ini berebut pengaruh, agar memiliki nilai tawar yang tinggi pada calon bupati (cabup). Sebab Pilkada Kabupaten Malang akan digelar pada 2015 mendatang.
Tidak hanya saling sikut menyikut di antara anggota dewan yang lainnya, tapi juga terjadi pada kader parpol yang dengan sengaja menggulirkan isu dan fitnah terhadap pimpinan parpol daerah, yang bertujuan untuk menggulingkan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Seperti yang terjadi di internal Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Malang yang diduga akan menggulingkan Ketua DPC Partai Gerindra kabupaten setempat H Subhan, yang kini juga masih menjabat Wakil Bupati Malang.
Karena, saat ini Partai Gerindra di DPRD Kabupaten Malang memiliki satu fraksi (7 kursi), dan sebelumnya Gerindra hanya memperoleh tiga kursi pada periode 2009-2014. Bahkan saat ini Partai Gerindra masuk dalam pimpinan dewan, yakni Wakil Ketua III DPRD.
Isu yang berkembang saat ini, Subhan tidak setuju dengan putusan anggota DPR RI terkait Pilkada dipilih langsung oleh anggota DPRD. Padahal UU Pilkada tersebut awalnya digulirkan oleh Koalisi Merah Putih (KMP) yang di dalamnya domotori oleh Partai Gerindra.
Namun hal itu dibantah oleh Subhan. “Saya hingga saat ini masih loyal dengan Partai Gerindra, sehingga apa yang diputuskan oleh pimpinan partai, maka saya akan mematuhi serta menjalankan apa yang diperintahkan oleh pimpinan partai,” tegas Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang H Subhan, Rabu (1/10), kepada Bhirawa.
Ia menegaskan, dirinya tidak pernah menyatakan tidak setuju dengan UU Pilkada yang memilih langsung kepala daerah melalui anggota DPRD, baik itu melalui media cetak dan elektronik maupun dengan siapa saja. “Isu yang dihembuskan oleh kader Partai Gerindra yang kini duduk sebagai anggota dewan, memang ada upaya untuk menggulingkan saya dari kursi Ketua DPC,” tegas dia.
“Dalam isu tersebut sudah sampai pada Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dan saya pun juga sudah dipanggil DPP terkait isu tersebut. Karena saya tidak pernah merasa ngomong pada media tentang menolak pilkada dilpilih langsung oleh anggota DPRD, maka saya tetap menyampaikan pada pimpinan Partai Gerindra yang ada di DPP, bahwa saya tidak pernah menyatakan hal itu,” aku Subhan.
Secara terpisah, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Malang Kartala membantah, jika isu berkembang saat ini terkait Fraksi Gerindra akan menggulingkan kursi Ketua DPC Partai Gerindra Subhan. “Itu tidak benar. Karena hingga saat ini di internal fraksi semdiri tidak pernah ada yang menyatakan hal tersebut,” unagkap dia.
“Hingga kini Fraksi Gerindra masih kompak, dan masih loyal pada Subhan. Kemungkinan saja isu yang menyatakan bahwa Ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang menolak RUU Pilkada yang baru, memang sengaja dihembuskan oleh orang lain yang mengatasnamakan kader Partai Gerindra,” tuturnya. [cyn]

Tags: