Dinsos Dipusingkan 18 Lokalisasi di Jatim Tetap Beroperasi

Indra Wiragana

Indra Wiragana

Pemprov Jatim, Bhirawa
Saat ini masih ada 18 lokalisasi yang ada di Jatim yang harus segera dituntaskan. Dalam waktu dekat, lokalisasi yang ada tiga daerah di Jatim yaitu Madiun, Nganjuk, dan Malang, dalam  proses penutupan di Pemkab masing-masing.
Kepala Dinas Sosial Jatim, Indra Wiragana mengatakan, lokalisasi yang akan ditutup yaitu 1 lokalisasi di Madiun, 8 lokalisasi di Nganjuk, dan 7 lokalisasi di Kabupaten Malang. “Sebelumnya ada 47 lokalisasi di Jatim, kini tinggal 18 lokalisasi termasuk lokalisasi yang ada di tiga kabupaten tersebut,” katanya, Senin (27/10).
Menurutnya, Pemprov Jatim hanya memberikan pembinaan terhadap PSK yang benar-benar ingin mengentaskan diri. “Selama tertangkap dalam operasi yang dilakukan Pemkab/kota dan mau dilatih dan dibina, ya nantinya bisa diarahkan ke Dinsos Jatim melalui UPT yang ada di Kediri,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, pendekatan intensif dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di masing-masing daerah. Sebelumnya Pemprov Jatim menegaskan tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan dalam menjalankan program penutupan lokalisasi.
Ia juga memastikan seluruh PSK atau wanita harapan yang beroperasi di lokalisasi-lokalisasi di Jatim telah terdata secara lengkap, berdasar nama/identitasnya maupun alamat masing-masing. Jatim selama ini dikenal sebagai salah satu sentra menjamurnya lokalisasi pelacuran.
Sebagaimana data yang pernah diungkapkan, dari total 1.149 titik lokalisasi pelacuran yang teridentifikasi di Indonesia, 60 persen di antaranya berada di Jawa Timur dan tersebar di 22 kabupaten/kota.  [rac]

Tags: