Dewan Tolak Proyek Trem Pemkot Surabaya

Trem (3)DPRD Surabaya,Bhirawa
Rencana pembangunan proyek angkutan massal cepat (AMC) berupa trem ternyata masih belum jelas jlutnrungnya. Akibatnya rencana yang akan dikerjasamakan dengan PT KAI ini ditolak oleh DPRD Surabaya. Kalangan dewan menilai angkutan umum yang diproyeksikan akan membentang dari selatan menuju utara Surabaya ini hanya akan menambah beban kemacetan.
Penolakan dewan ini muncul saat dengar pendapat bersama jajaran Pemkot Surabaya , Selasa(14/10) kemarin. Semua statemen pemkot terkait MRT trem ditangkis oleh legislator.
Salah satunya adalah masalah tujuan Pemkot Surabaya membangun trem untuk mengurai kemacetan. Faktanya, trem yang akan menggunakan jalur badan jalan hanya akan memperparah volume kemacetan. Itu artinya, tujuan mengurangi kepadatan tidak akan terpenuhi.
Selain itu, dewan menilai Pemkot belum memiliki persiapan yang matang untuk membangun proyek yang akan direalisasikan bersama PT KAI. Terbukti, Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya tidak memiliki desain matang. Dampak sosial dari pembangunan proyek trem tidak pernah dipikirkan.
Ketua DPRD Surabaya Armuji memandang banyak kendala untuk merealisasikan trem. Hal itu karena trase trem akan melewati tengah kota, mulai dari terminal Joyoboyo, Jalan Raya Darmo, Basuki Rahmat (Basra), Embong Malang, Jalan Tidar, dan seterusnya.
“Saya membayangkan rute yang akan dilewati hanya menambah kemcaten. Kalau hanya gaya-gayaan niru luar negeri, kondisinya Surabaya beda,” ucapnya.
Politisi asal Fraksi PDI Perjuangan ini memikirkan pengaturan jalan yang akan dilewati. Seperti pengaturan trafick light, dan lalu lintas lainnya. Kendaraan di Surabaya cukup padat. Terutama jumlah motor yang lebih banyak ketimbang mobil. Rel trem yang melewati badan jalan akan  membahayakan pengendara lain.
“Di Surabaya motor ndak karua-karuan. Ini yang menjadi kendala. Bisa-bisa motor disrempet sepur terus. Ini bisa nambah jumlah kecelakaan. Beda dengan luar negeri,” teranganya.
Anggota DPRD Surabaya empat periode ini menyatakan Pemkot tidak memiliki planing jika trem nantinya tidak diminati oleh warga. Dengan harga tiket kisaran Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu warga Surabaya lebih memilih menggunakan kendaran pribadi. Apalagi trem tidak bisa menjangkau ke pelosok kota.
“Jangan hanya buang-buang uang. Karakter orang Surabaya lebih seneng makai kendaran pribadi, lyn, Bus Kota saja sekarang sepi peminat,” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha menambahkan, jika trem dipaksakan maka proses pembangunannya akan mengakibatkan macet. Selain itu, politisi Fraksi PKB ini menyroti Pemkot yang tidak melibakan dewan dalam melakukan kerjasama dengan PT KAI. Menurutnya, kerjasama dengan pihak ketiga harus atas persetujuan dewan.
“Sampai saat ini kita tidak tahu apa-apa. Pemkot tidak pernah minta persetujuan dewan,” ucapnya.
Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Shonhadji menampik tudingan tersebut. Menurutnya, beberapa hari ke depan pihaknya dengan PT KAI turun ke lapangan untuk memastikan trase yang akan dilalui trem. Bahkan, mulai kemarin (Selasa malam) mulai menggali rel milik PT KAI yang tertimbun tanah.
Shonhaji tidak bisa menjawab trem akan menambah kemacetan. Dia masih menerjunkan tim untuk melakukan kajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Termasuk juga untuk mengetahui dampak sosial. Bappeko beberapa hari ke depan juga akan mengundang pakar transportasi dan pakar lingkungan.
“Kita belum tahu gerbonangya berapa, selama ini kita fokus cari koordinat rel. Di sepanjang Drmo itu ada rel cuma tertanam. Kita nant akan kita gali lagi untuk diaktifkan. Ini rel listrik, jadi di suatu tempat ada chas untuk mengecas batre. Jadi ini ramah linkungan. Ini produknya ambil dari ambil luar negeri,” ungkapnya.
Menariknya, Shonhaji mengatakan belum memikirkan subsidi untuk harga tiket. Selama ini diberitakan harga tiket berkisar Rp 3 ribu itu masih belum final. “Belum tahu, kalau tetap seperti kajian Unair berarti tidak perlu disubsidi, kalau disubsidi kita belum memutuskan akan disubsidi berapa, yang pasti nanti kita akan paksa warga Surabaya untuk menggunakan trem,” tuturnya. [gat]

Tags: