Chikungunya Serang Warga Lima Kecamatan di Kab Malang

ChikungunyaKab Malang, Bhirawa
Musim kemarau di  wilayah Kabupaten Malang, tidak hanya sebagian warga kekurangan air bersih, namun ada beberapa warga yang terserang virus chikungunya akibat gigitan nyamuk jenis keluarga Togaviridae, yakni genus alphavirus, yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti. Sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang meminta warga kabupaten setempat untuk mewaspadai serangangan chikungnya tersebut.
Menurut, Kepala Dinkes Kabupaten Malang dr Abdurachman, Senin (13/10), kepada sejumlah wartawan, serangan penyakit chikungkunya telah menyerang warga yang tersebar d lima kecamatan. Sehingga dengan gigitan nyamuk genus alphavirus, maka warga terserang chingkungunya.
“Warga yang terserang penyakit chikungunya yakni di wilayah Kecamatan Bululawan, Gondanglegi, Pagak, Bantur, dan Donomulyo. Sehingga dengan adanya warga terserang chikungnya, maka Dinkes akan melakukan antisipasi agar virus tersebut tidak bertambah luas,” paparnya.
Ditegaskan Abdurachman, bahwa virus chikungunya tidak bisa dianggap remeh, sebab virus tersebut bisa menyebabkan kematian pada orang yang terserang penyakit chikungunya. Sementara, chikungkunya menyerang manusia secara mendadak yang diawali dengan demam secara tiba-tiba, dan gejalanya  mirip dengan demam berdarah yaitu demam yang tinggi, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, nyeri sendi dan otot serta bintik-bintik merah pada kulit terutama badan dan lengan.
Bedanya dengan demam berdarah, jelas dia,  chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (schok) maupun kematian. Karena masa inkubasi dari demam chikungunya dua sampai empat hari, dan manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari. “Gejala utama terkena penyakit demam chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam dengan suhu badan mencapai 39 derajat celsius, serta diikuti dengan linu dibagian persendian,” kata dia.
Dan jika ada warga yang mengalami gejala-gejala tersebut, lanjut Kepala Dinkes ini, warga wajib segera memeriksakan diri ke puskesmas atau ke rumah sakit. Karena dengan gejala-gejala tersebut, bisa saja warga terkena chikungunya atau pun terkena demam berdarah.
Abdurachman menerangkan, untuk mengantisipasi agar chikungunya tidak bertambah luas, maka kita lakukan sosialisasi melalui kader-kader kesehatan yang ada di wilayah desa. Karena jika warga tidak bisa menjaga likungan yang bersih, maka hal itu bisa menyebabkan terjadinya virus chikungunya.
Selain itu, ia menambahkan, virus chikungunya berkembang salah satu faktornya  juga bisa disebabkan mengecilnya sumber air akibat musim kemarau seperti sekarang ini. “Untuk itu warga Kabupaten Malang harus waspada, agar tidak terserang chikungunya,” tandasnya. [cyn]

Tags: