Bupati Tulungagung Enggan Komentari Pendirian FPI

6-FOTO OPEN wed-Dialog Kamtibmas TulungagungTulungagung, Bhirawa
Bupati Tulungagung, Syanri Mulyo SE MSi, tak mau berkomentar terkait rencana launching dan pendirian Front Pembela Islam (FPI) di Tulungagung. Ia beralasan belum ada bukti hitam di atas putih terkait pendirian organisasi masyarakat (ormas) tersebut.
“Belum ada hitam di atas putih. Jadi saya tidak mau berkomentar dulu,” ujarnya menjawab Bhirawa seusai acara Dialog Kamtibmas di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (6/10).
Bupati Syahri mengaku butuh bukti otentik terkait pendirian FPI di kabupaten yang dipimpinnya itu. “Kalau belum saya belum mau berkomentar. Saya tidak mau berandai-andai,” tuturnya sambil menyarankan pada Bhirawa untuk bertanya pula pada Ketua MUI  (Mejelis Ulama Indonesia) Tulungagung, KH Hadi Muhammad Mahfudz (Gus Hadi) yang juga hadir dalam acara Dialog Kamtibmas kemarin. “Kata Gus Hadi, Habib Rizieq (Ketua FPI Pusat) tidak jadi datang ke Tulungagung,” imbuh Bupati Syahri.
Informasi yang diperoleh Bhirawa menyebutkan FPI bakal didirikan di Tulungagung dalam waktu dekat. Launching pendiriannya direncanakan antara tanggal 28 dan 30 Oktober 2014.
Bahkan, acara Dialog Kamtibmas di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso yang dihadiri Bupati Syahri Mulyo dan Wakil Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM serta seluruh anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Tulungagung disebut-sebut pula terselenggara karena terkait rencana pendirian FPI di Tulungagung.
Kendati dalam kenyataannya sampai acara berakhir tidak disinggung sekalipun tentang FPI. Peserta dialog yang di antaranya berasal dari tokoh masyarakat, tokoh agama. ormas dan LSM itu lebih banyak menyinggung masalah minuman keras dan perjudian.
Gus Hadi saat dikonfirmasi membenarkan jika ada rencana pendirian FPI di Tulungagung. Menurutnya, FPI adalah organisasi yang keberadaannya di Indonesia legal. “Habib Rizieq jadi akan datang ke Tulungagung. Tapi tidak ke rumah saya atau pondok (pesantren) saya. Ndak tahu nanti dimana datangnya. Yang jelas tidak dirumah saya,” katanya.
Diakui pimpinan Ponpes Melaten Kalangbret Kecamatan Kauman ini kedatangan Habib Rizieq ke Tulungagung memang untuk melaunching pendirian FPI di Kota Marmer.
Ketika ditanya lebihlanjut, Gus Hadi menyatakan secara institusi MUI, dirinya tidak bisa melarang pendirian FPI di Tulungagung. “Kalau memang nantinya berbuat melawan hukum ya tangkap saja,” tandasnya. [wed]

Keterangan Foto : Bupati Syahri dan anggota Forpimda Tulungagung bergantian memaparkan dan menjelaskan situasi terkini kantibmas di Tulungagung dalam acara Dialog Kamtibmas di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, kemarin.

Tags: