Bupati Mojokerto Segera Sulap Wisata Padusan

28-MKP Padusan-kar-1Kab Mojokerto, Bhirawa
Potensi wisata air panas padusan di Pacet Kab Mojokerto menjadi prioritas Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP). Salah satu potensi wisata andalan ini bakal disulap dan dipercantik. Untuk memoles  Infrastruktur di lokasi wisata dan akses menuju lokasi itu, bupati menyiapkan anggaran cukup fantastis senilai Rp50 miliar.
Sebagai langkah awal, orang nomer satu di Pemkab Mojokerto itu pekan lalu melakukan survei ke lokasi wisata itu. Dengan didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan serta perwakilan perum Perhutani KPH Pasuruan, Kepala Bagian Humas dan Protokol, MKP menelusuri lokasi itu dari segala sudut.
”Wana wisata Padusan ini mempunyai potensi  untuk dikembangkan, karena itu pada anggaran tahun depan akan dibuat usulan pembangunannya,” ujar bupat MKP.
Salah satu konsep yang akan disusun denga memperluas akses jalan minimal lebar 6 meter, menuju lokasi wisata padusan hingga kawasan puncak dan jalan menuju gunung welirang. Selain itu Pembangunan lahan parkir serta penataan pasar tempat penjual makanan, buah, sayur dan produk unggulan lainnya. ”Akan saya anggarkan Rp50 miliar untuk membangun tempat ini dengan semua fasilitasnya termasuk pasar pusat jajanan, produk unggulan, buah dan sayur, akses jalan, lahan  parkir, PJU, kolam pemandian air panas VIP, dan resort dengan banyak pemandangan yang berbeda, termasuk drainase dan tempat pembuangan sampah harus diatur,” urai bupati berusia 40 tahun ini.
Langkah lain yang akan dilakukan MKP untuk mewujudkan keinginannya yakni akan melakukan koordinasi dengan Gubernur Jatim serta dinas terkait. MKP menambahkan , Pemkab Mojokerto juga telah melakukan MOU dengan Perwakilan Perum Perhutani KPH Pasuruan terkait pembangunan akses jalan dan beberapa fasilitas di Kawasan wisata Taman Hutan Rakyat (Tahura).  Bupati MKP juga akan membuat MoU lagi, yang berisi perluasan kawasan wisata padusan hingga ke puncak yang diperkirakan akan membuka lahan seluas 20 hektar.
”Kini sering terjadi kebakaran hutan di kawasan Tahura, karena kurangnya pos pantau. Saya akan bangun beberapa pos pantau jika akses jalannya sudah ada. Kebakaran juga akan lebih mudah diatasi ketika akses jalan menuju Gunung Welirang diperlebar,” tambah MKP lagi.
Menanggapi usulan Bupati MKP, perwakilan KPH Pasuruan menyatakan mendukung. Namun karena banyaknya lahan hutan yang harus dibuka, dia akan mengkoordinasikan usulan ini kembali di instansinya. Serta perlu dibuat MoU lanjutan terkait tambahan lahan yang akan dibuka.
Untuk menguatkan detail perencanaan, bupati juga melakukan survey langsung ke kawasan puncak dengan mengendarai sepeda motor trail. Karena akses menuju puncak saat ini masih jalan setapak dengan lebar jalan setengah meter.  [kar]

Keterangan Foto : Bupati Mojokerto MKP (tengah) meninjau lokasi wisata air panas Padusan Pacet yang akan disulap menjadi wisata andalan. [kariyadi/bhirawa]

Tags: