Berkas Pungli Tera SPBU se-Jatim Naik ke Tahap Penyidikan

spbu (3)Kejati Jatim, Bhirawa
Upaya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim meminta keterangan dari ratusan pemilik serta petugas SPBU di Jatim dan orang di lingkup UPTD Metrologi  Surabaya milik Pemprov Jatim, tak sia-sia. Ini dibuktikan dengan naiknya pengusutan kasus dugaan pungutan liar (Pungli) retribusi tera SPBU dari penyelidikan (Lid) ke penyidikan (Dik).
Naiknya pengusutan kasus ini, membuktikan bahwa dugaan pungli itu memang kuat adanya. Hal ini disampaikan oleh sumber internal Kejati Jatim yang mengatakan bahwa bukti awal tindak pidana kasus ini dirasa cukup.
Selain itu, naiknya pengusutan kasus ini dari lid ke dik, merupakan hasil ekspose dihadapan Kepala Kejati (Kajati) Jatim Elvis Johnny yang dilakukan Senin (13/10) kemarin. “Setelah kami ekspose, Pak Kajati menyetujui untuk meningkatkan pengusutan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan,” kata sumber Kejaksaan yang enggan disebutkan namanya.
Dijelaskan sumber ini, setelah tim mendapati dua alat bukti adanya dugaan pungli yakni dokumen dan keterangan dari ratusan petugas SPBU dan Unit Pelaksana Teknis Tera Metrologi, maka pengusutan naik ke penyidikan.
“Sementara ini, tim memfokuskan pengusutan di UPTD Metrologi Surabaya,” terangnya kepada wartawan.
Menurutnya, UPTD Metrologi Surabaya bertugas menera SPBU di lima kabupaten/kota. Yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Jombang. Di lima daerah ini, ada sebanyak 281 SPBU beroperasi. “Data itu didapat dari data terakhir tahun 2012. Untuk yang sekarang bisa saja bertambah,” ungkapnya.
Lanjut dia, tim menemukan adanya dugaan pungutan tera SPBU ditarik petugas melebihi ketentuan. Berdasarkan Perda No 6 Tahun 2002 tentang Retribusi, mestinya tarif tera sebesar Rp 21 ribu per pompa atau nozzle. Kenyataannya, petugas menarik melebihi ketentuan itu dengan dalih sebagai uang harian dan transportasi.
Nominal pungli terhitung besar karena peneraan dilakukan dua kali dalam setahun. Apalagi, lanjut sumber, setiap SPBU rata-rata terdiri dari 20 nozzle. Dari seharusnya pungutan tera sebesar Rp 500 ribu sekali ditera, tapi oleh petugas ditarik antara Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta. “Tinggal dikalikan saja berapa besaran punglinya dari tahun 2007 sampai 2012,” imbuhnya.
Sebelumnya, tim telah memintai keterangan ratusan pemilik SPBU dan 20an orang dari UPTD Tera Metrologi Surabaya, termasuk kepalanya. Hampir semua pemilik SPBU dan petugas UPTD di lapangan mengakui adanya pungli tersebut. “Cuma kepala UPTnya membantah. Dia bilang itu oknum yang melakukan pungli,” paparnya. [bed]

Keterangan Foto : Petugas UPTD Tera Metrologi ketika melakukan pemeriksaan rutin enam bulan sekali disejumlah SPBU di Jatim.

Tags: