TKW Asal Madiun Dua Minggu Terlantar di Jombang

5-TKW Madiun terlantar-rurJombang, Bhirawa
Hampir  dua pekan, Tutik Sulistyawati (32) warga Desa/Kec Dlopo, Kab Madiun terlantar di Kab Jombang. Wanita yang mengaku bekerja sebagai TKW di Negeri Jiran, Malaysia ini kemrin diantar warga ke Puskesmas Desa Tapen Kudu setelah kondisinya drop.
Kisah pilu yang dideritanya diungkapkan Tutik berawal dari berangkatnya ke Serawak Malaysia bersama sejumlah TKW asal daerahnya sekitar dua tahun lalu. Selanjutnya, dia bekerja sebagai pembantu Rumah Tangga (PRT). ”Saya lupa nama majikan saya,” bebernya ketika ditemui di kantor polisi setempat.
Meski terlihat tertekan, Wanita berjilbab ini sepotong-sepotong melanjutkan kisahnya selama bekerja di negeri tetangga itu. Dirinya berulangkali mendapat perlakukan kasar dari majikannya. Tak hanya bentakan, pukulan bahkan jika melakukan kesalahan sedikit dirinya mendapat solotan rokok bahkan pernah disetrika pula. ”Salah sedikit saja saya dibentak, ditempeleng, disundut api rokok, bahkan pernah disetrika,” kata Tutik seraya mengatakan Majikannnya juga tak memberikan gaji bulanan sebagai haknya.
Guna menguatkan pengakuannya, dia memperlihatkan sejumlah bekas luka. Diantaranya bekas luka di pipi kiri, yang dikatakan sebagai akibat disetrika majikan saat dirinya tak sengaja memecahkan piring. ”Kalau yang ini bekas disundut rokok,” kata Tutik memperlihatkan sekitar empat bekas luka di punggung tangan kirinya.
Perlakuaan tak manusiawi majikannya ternyata tak berhenti, sekitar dua pekan lalu, dirinya menginjakkan kaki di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Untuk sampai di Surabaya itupun lanjutnya setelah dirinya diikutkan kapal barang oleh majikannya dari Serawak. Tutik mengaku tak diberi uang sepeserpun dan tanpa selembar kartu identitas pun, dirinya harus menggelandang seharian di Tanjung Perak. Sampai kemudian bertemu dengan seorang lelaki bernama Herman.
”Dia mengaku orang Jombang. Saya lalu diajak naik bus, turun di terminal Jombang, diteruskan naik mobil angkutan pedesaan dan turun di Pasar Tapen, Kec Kudu (Jombang). Namun Pak Herman kemudian pergi entah kemana. Saya ditinggal di pasar,” bebernya.
Sejak ditinggalkan di Pasar Tapen sekitar dua pekan lalu, dia menggelandang dan makan sehari-hari dengan cara meminta-minta. ”Karena badan saya lemas, tadi pagi saya minta diantar warga ke Puskesmas (Tapen), dan kemudian dijemput pak polisi,” terang Tutik.
Kapolsek Kudu, AKP Sutarto mengaku dirinya mendapat telepon dari pihak Puskesmas, dan kemudian memerintahkan anggotanya untuk menjemput Tutik di Puskesmas Tapen. Selanjutnya saya kirimkan ke Polres untuk ditindaklanjuti.
Kaur Bin Ops Satbinmas Polres Jombang, Ipda Subadar menyatakan, setelah menerima TKW itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jombang. ”Kami data nama dan alamatnya, kemudian kami serahkan ke Dinsonakertrans untuk dipulangkan ke kampung halamannya. Sebab, keinginannya memang pulang ke rumah secepatnya,” jelasnya. [rur].

Keterangan Foto : Terlantar. Tutik Perempauan asal Madiun yang mengaku sebagai TKW di Negeri Malaysia diantar ke Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi setempat setelah sempat terlantar  dua minggu. [ramadlan/bhirawa]

Tags: