Ternak Sapi Pulau Madura Banjiri Kabupaten Situbondo

7-foto B awi-sapimadura2Situbondo, Bhirawa
Menjelang perayaan hari Raya Iduladha 1435 H ini menjadi momen kebahagaiaan tersendiri bagi pemiliki maupun pedagang sapi asal Pulau Garam Madura, yang memiliki jarak dekat dengan perairan laut Situbondo. Tak pelak, wilayah Kabupaten Situbondo masih tercatat sebagai tujuan utama pedagang sapi asal kepulauan Sepudi Madura, dalam memenuhi kebutuhan daging pada perayaan idul Adha tahun ini.
Pemandangan tersebut terbukti pada sore kemarin (29/9), dimana ratusan ekor sapi diturunkan di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Tidak seperti hari biasanya, menjelang lebaran qurban pengiriman sapi asal  Kepulauan itu tercatat mengalamai peningkatan sebesar 30 persen lebih banyak dari hari-hari biasanya. “Tiap menjelang perayaan Idul Adha, biasanya mengalami permintaan yang lebih besar dari pelanggan/pembeli di Situbondo,” kata Suyono, salah satu pedagang sapi kemarin.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kata dia, begitu tiba di pelabuhan Kalbut, ratusan sapi ini harus dilempar ke laut dari atas perahu kapal. Ini karena, ujar Suyono, tidak adanya persediaan jembatan untuk menurunkan sapi, sebagaimana layaknya pelabauhan lain di Indonesia.
Begitu tiba dilaut, sambung dia, para pekerja pelabuhan harus kejar-kejaran dengan sapi. “Sapi yang dilempar dari atas perahu kemudian dibawa ke tempat penampungan sambil menunggu pembeli datang,” terangnya.
Suryadi, salah seorang pekerja pengangkut sapi mengatakan, menjelang hari Raya Idul Adha harga sapi melonjak 40 hingga 50 persen dari harga sebelumnya. “Rata-rata harga sapi yang dibawa dari pulau Sepudi, Madura dijual seharga 3 juta hinga 15 juta rupiah,” pungkas Suryadi, kemarin. [awi]

Keterangan Foto : Sejumlah warga asal Pulau Madura saat menurunkan sapi di dermaga Pelabuhan Kalbut, kemarin. Pemandangan seperti ini rutin terjadi menjelang perayaan Idul Adha. [sawawi/bhirawa].

Tags: