Tahun Politik, Transmigran Banyuwangi Susut

transmigran 4Banyuwangi, Bhirawa
Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi memprediksi, ada penurunan peserta program transmigrasi pada 2014. Penurunan karena dipengaruhi dua agenda besar politik nasional, yakni pemilihan umum legislatif dan presiden.
Kepala Bidang Transmigrasi Banyuwangi, Moh. Sujoko, mengatakan tahun ini kemungkinan hanya 60 kepala keluarga diberangkatkan ke daerah tujuan transmigrasi, seperti Provinsi Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Jumlah itu turun dibanding pemberangkatan pada 2013 sebanyak 102 KK.
Mereka sebagian telah mengikuti pelatihan yang digelar dinas terkait pada Februari lalu. Rencananya, 20 kepala keluarga lagi akan dilatih penguatan Sumber Daya Manusia di Balai Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Selasa (9/9).
Materi pelatihan SDM mencakup teknis mengolah lahan pertanian, keterampilan ternak unggas, budidaya buah-buahan dan pengolahan lanjutan hasil pertanian. Pelatihan digeber selama lima hari. “Mungkin hanya 40-60 KK saja yang berangkat bulan Oktober dan November 2014,” ujarnya saat ditemui Bhirawa, Senin (8/9).
Di perantauan, mereka mendapat jatah hidup berupa sembako selama satu tahun; lahan pekarangan 0,25 hektar; lahan usaha 0,75 hektar; uang pesangon Rp 500 ribu; alat-alat pertanian dan akomodasi transportasi ke daerah tujuan.
Bila mereka betah tinggal hingga satu tahun lebih, ada tambahan lagi lahan usaha seluas satu hektar. Pemkab Banyuwangi hanya menanggung duit pesangon, selebihnya sharing antara pemerintah provinsi dan pusat. “Jadi totalnya 2 hektar lahan jika sudah setahun lebih. Kami sudah meneken nota kesepahanan dengan daerah tujuan, pemerintah provinsi dan pusat,” ucap Sujoko. [mb5]

Tags: