Ribuan Sapi Bali Serbu Jatim

Ribuan sapi asal pulau dewata Bali menyerbu Jatim, sehingga mengancam kebutuhan daging dari sapi lokal.

Ribuan sapi asal pulau dewata Bali menyerbu Jatim, sehingga mengancam kebutuhan daging dari sapi lokal.

DPRD Jatim, Bhirawa
Dalam beberapa minggu ini, pedagang daging di Jatim kembali dibuat resah. Pasalnya, ribuan sapi asal pulau dewata Bali menyerbu Jatim, sehingga mengancam kebutuhan daging dari sapi lokal.
Kondisi ini, memicu protes dan Paguyuban Pedagang Daging dan Sapi(PPDS) Jatim dan mereka menuding Dinas Peternakan (Disnak) Jatim  teledor, karena membiarkan ribuan ternak sapi Bali masuk di wilayah Jatim.
Ketua Paguyuban Pedagang Daging dan Sapi(PPDS) Jatim, Muthowif menilai Pemprov Jatim kecolongan karena dalam beberapa minggu terakhir ribuan sapi asal Bali masuk ke Jatim. Masuknya sapi-sapi tersebut bisa dikatakan bentuk keteledoran Dinas Peternakan(Disnak) Jatim karena membiarkan sapi-sapi tersebut masuk ke Jatim.
“Jika sapi-sapi Bali dibiarkan terus-terusan masuk ke Jatim maka sangat riskan sekali akan berjangkitnya penyakit Jembrana Disease. Apalagi penyakit Jembrana Disease sangat berbahaya dan sangat besar kemungkinan dibawa oleh sapi-sapi asal Bali,”ungkap Muntowif, Selasa(23/9).
Muthowif mengatakan keteledoran dari Dinas Peternakan Jatim dinilai telah melanggar surat edaran Gubernur Jatim nomor 524/8838/023/2010 tanggal 30 Juni 2010 tentang Larangan Pemasukan dan Peredaran Sapi, Daging dan Jeroan di Jawa Timur. “ Sapi Bali bebas masuk saat ini di RPH-RPH di Jatim,”jelasnya.
Sementara itu, Anggota Fraksi Demokrat, Agus Dono Wibawanto mengakui selama ini pengawasan yang ada diwilayah perbatasan kurang bisa maksimal. Untuk itu diperlukan dukungan dari kabupaten/kota dalam mendukung kebijakan Pemprov Jatim. Apalagi dikabarkan ratusan sapi dari Bali masuk Jatim dan seharusnya ini segera mendapatkan antisipasi agar tidak merugikan peternak sapi yang ada di Jatim.
‘’Untuk masalah masuknya sapi Bali ke Jatim, saya sampai sekarang kok belum mendengar. Tapi coba saya cari datanya dulu. Tapi yang pasti kami dan Kadisnak Jatim sudah sepakat untuk menghalang setiap sapi yang berasal dari luar wilayah Jatim. Ini semata-mata untuk mengangkat ekonomi para peternak disini,’’lanjut mantan Ketua Komisi B DPRD Jatim ini.
Disisi lain, Agus Dono menyoroti tentang maraknya para pedagang yang sengaja menjual sapinya keluar Jatim karena harga di Jakarta maupun Jawa Barat lebih menjanjikan. Tak heran stok sapi di Jatim bisa menipis. Apalagi ini mendekati pelaksanaan Idul Kurban yang jelas kebutuhan sapi meningkat drastis. ‘’Nah ini bisa menjadi alasan bagi para pedagang untuk mendatangkan sapi dari  luar,’’papar pria murah senyum ini.
Meski begitu, dirinya tetap mendukung Jatim sebagai wilayah swasembada daging. Karenanya setiap kabupaten/kota harus mendukungnya. Menyusul adanya kebijakan yang melakukan pengembangbiakan bagi sapi impor yang berada di Banten yang diharapkan mampu mensuplai kebutuhan daging sapi di Jatim sehingga harga yang dijual di masyarakat tetap stabil.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur saat dikonfirmasi ponselnya mengatakan pihaknya sudah melakukan pelarangan sapi Bali masuk ke Jatim. “Sudah dilarang, kalau ada tolong kabari saya, siapa yang mendatangkan sapi-sapi itu,”jelasnya. [cty]

Rate this article!
Tags: