PTMSI Jatim Berobsesi Kelola GOR Tenis Meja

10-tenis mejaSurabaya, Bhirawa
Ketua Umum Pengprov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jatim, Marzuki Rofi’i meminta agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim menentukan sikap terkait aset gedung olahraga (GOR) tenis meja, karena masa kontrak gedung tersebut dengan pihak swasta sudah habis.
Menurut Marzuki, saat ini GOR tenis meja yang berada di kawasan Jalan Kertajaya Indah Timur Surabaya dikelola oleh pihak Klub Tenis Meja Harapan Cerah Insan yang Sejati (HCIYS). Namun ia mendengar kabar kalau kontrak pihak pengelola dengan KONI sudah habis.
Sehingga ia berharap KONI Jatim bisa menunjuk PTMSI untuk mengelola GOR tersebut, karena saat ini PTMSI butuh sarana latihan untuk pembinaan atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) proyeksi PON Jabar 2016 dan pembinaan atlet junior berbakat.
Ia mengakui selama ini tidak ada kendala para atlet Puslatda untuk berlatih di GOR tersebut, namun jika GOR itu dikelalo oleh pengurus PTMSI maka program latihan bagi para atlet non Puslatda akan lebih bagus lagi. “Harusnya KONI menyerahkan pengelolaan GOR itu ke Pengprov PTMSI, karena kontrak dengan pihak HCIYS sudah habis,” katanya.
Selain berlatih di GOR, para atlet Puslatda Jatim maupun non Puslatda berlatih di gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya (STIKES) di kawasan Delta Sari Sidoarjo. “Kondisi Gedung STIKES layak untuk berlatih, tapi akan lebih bagus lagi kalau para atlet bisa memaksimalkan berlatih di GOR,” katan Marzuki yang juga pemilik STIKES.
Jika nantinya KONI tidak segera menyerahkan pengelolaan gedung itu ke Pengprov PTMSI, maka pihaknya berencana untuk membangun gedung sendiri. “Kalau tidak dikasihkan ke kita (Pengprov PTMSI) kita akan buat GOR sendiri,” tegasnya.
Sementara itu dihubungi secara terpisah, Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror menjelaskan kalau KONI tidak memiliki wewenang untuk menyerahkan GOR Tenis Meja ke pengurus PTMSI Jatim karena aset itu milik Pemprov Jatim, sedangkan KONI hanya pihak pemakai. “Jadi KONI tidak memiliki wewenang untuk menyerahkan pengelolaan GOR Tenis Meja karena itu milik Pemprov Jatim,” katanya, Selasa (9/9).
Lebih lanjut ia menjelaskan, venue olahraga di kawasan Kertajaya Indah Timur seperti, GOR bola basket, renang, Lapangan KONI, Dojo Karate, GOR Tenis Meja, GOR Judo dan GOR Sudirman (bulu tangkis) sudah masuk inventaris di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim. Kemudian oleh pemprov pengelolaan seluruh aset itu diserahkan ke pihak Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Jatim. “Jadi yang berwenang mengelola aset itu pemprov bukan KONI,” katanya. [wwn]

Keterangan Foto : GOR Tenis Meja aset Pemprov Jatim yang berada di Kawasan Kertajaya Indah Timur Surabaya. [wwn/bhirawa]

Tags: