Potensi Pajak Belum Tergarap

Walau capaian retribusi masih rendah, Dispenda Batu tetap optimis PAD tahun ini terlampaui karena masih banyak potensi pajak yang belum dioptimalkan, diantaranya yaitu pajak BPHTB, dan pajak perhotelan/pariwisata/restoran.

Walau capaian retribusi masih rendah, Dispenda Batu tetap optimis PAD tahun ini terlampaui karena masih banyak potensi pajak yang belum dioptimalkan, diantaranya yaitu pajak BPHTB, dan pajak perhotelan/pariwisata/restoran.

Batu, Bhirawa
Perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2014 ini optimistis terlampaui. Sebab hingga pertengahan September ini sudah mampu mencapai 94 persen dari target Rp 70 milyar.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan, Zadiem Effesiensi. PAD tersebut didominasi oleh sektor pariwisata, kemudian disusul Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Bea Penjualan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Retribusi.
“Untuk pungutan PBB tahun ini sudah mencapai 90 persen dari target Rp 9,5 milyar. Namun untuk retribusi, baik itu retribusi pasar maupun parkir masih sangat rendah yaitu hanya 50 persen dari target Rp 5 milyar,” tegas Zadiem, Kamis (18/9).
Namun demikian Dinas Pendapatan tak bisa berbuat banyak atas rendahnya target penarikan retribusi tersebut karena ditangani oleh dinas lainnya. Retribusi parkir dikelola oleh Dinas Perhubungan, sedangkan retribusi pasar dikelola oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan. “Kedua dinas itu yang memungut retribusi, baru kemudian disetorkan ke Dinas Pendapatan,” tegasnya.
Walau capaian retribusi masih rendah, Zadiem tetap optimis PAD tahun ini terlampaui karena masih banyak potensi pajak yang belum dioptimalkan, diantaranya yaitu pajak BPHTB, dan pajak perhotelan/pariwisata/restoran.
“Kemajuan pariwisata di kota Batu telah mendorong investasi di berbagai bidang. Termasuk tingginya minat masyarakat untuk membeli tanah dan rumah, baik itu untuk investasi maupun tempat tinggal. Banyak diantaranya yang belum membayar pajak BPHTB,” terang Zadiem.
Lebih lanjut dikatakan, Dinas Pendapatan terus mengoptimalkan potensi-potensi pajak untuk semakin mendongkrak PAD. Di antaranya dengan melalui sosialisasi ke seluruh desa, baik dalam bentuk forum pertemuan maupun woro-woro keliling. [sup]

Rate this article!
Tags: