Polri Imbau Warga Tak Panik Isu Penculikan Anak

Sosialisasi-Isu-Penculikan-anakSurabaya, Bhirawa
Merebaknya isu penculikan anak sekolah tingkat TK dan SD di Jawa Timur, terutama di Surabaya. Membuat Polrestabes Surabaya memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak panik dan terpengaruh akan isu tersebut.
Isu penculikan yang terjadi di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Kediri, dan jember, diduga dilakukan secara terpola. Akibatnya, penyebaran isu melalui media sosial, SMS, dan BBM itu tidak hanya dilakukan di kota-kota besar, tetapi juga mulai merambah ke kota-kota dan kecamatan. Akibatnya, para orang tua yang mempunyai anak di bangku TK dan SD menjadi resah.
Menanggapi isu penculikan yang terjadi di Jatim, khususnya di Surabaya, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono mengatakan, masyarakat tidak perlu kuatir dengan adanya isu tersebut. Pihaknya (Polrestabes Surabaya, red) berkoordinasi dengan Polsek jajaran untuk mensosialisasikan terkait isu yang tidak benar ini ke sekolah-sekolah.
“Masyarakat diimbau agar tidak panik dengan isu penculikan yang akhir-akhir ini menyebar. Hal itu merupakan pekerjaan oknum yang tidak bertanggungjawab, dan masih kami selidiki siapa penyebar isu itu,” ujar Kasat Reskrim kepada wartawan, Selasa (30/9).
Dijelaskannya, masyarakat baik para orang tua tidak perlu takut dan gunda akan isu itu. Sebab, pihak kepolisian sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan ke sekolah-sekolah mengenai ketidak benaran isu penculikan anak yang akan digunakan sebagi korban sesembahan atau tumbal.
Tak hanya itu, mantan Kanit Tipikor Polda Jatim ini meghimbau agar para orang tua tetap mengawasi putra-putrinya. Baik dalam lingkungan rumah maupun lingkungan dimana anak-anak mengenyam pendidikan sekolah. “Saya harapkan pengawasan dari orang tua lebih diintensifkan guna menjaga keamanan putra-putri mereka,” ungkapnya.
Sumaryono menambahkan, koordinasi sosialisasi ini tidak hanya dilakukan dengan Polsek jajaran Polrestabes Surabaya. Namun, dirinya juga berkoordinasi dengan Polres jajaran Polda Jatim, untuk mensosialisasikan dan tetap menyelidiki adanya isu penculikan terhadap anak dibawah umur.
“Kami juga lakukan koordinasi dengan Polres jajaran, guna mensosialisasikan hal ini, dan juga menyelidiki siapa penyebar isu tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan Kusnadi (62) warga Menganti, Gresik, yang menyamar sebagai anggota Polisi. Tak hanya itu, Kusnadi juga melontarkan isu penculikan terhadap anak-anak yang akan dijadikan tumbal pembangunan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), guna mendapatkan keuntungan dari korban yang dibujuknya.
Selain itu, isu penculikan anak ini juga terjadi secara terpola dan merata di daerah Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Kediri, Jember, sampai Bondowoso. Adapun modus penyebaran di kota-kota ini terbilang sama, yakni berawal dari SMS dan BBM yang bertuliskan diantaranya imbauan waspada, isi cerita anak hilang yang ditemukan tewas, kemudian disebutkan tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi sekitar SMS disebar, dan terakhir disebut nama pejabat kepolisian setempat. [bed]

Tags: