Pemkot Mojokerto Tetapkan Pulorejo Jadi Kampung Pendidikan

10-W1 SMPN6-kar-2Kota Mojokerto, Bhirawa
Kawasan Pulorejo, Kel Polurejo, Kec Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ditetapkan jadi kampung pendidikan. Kampung pendidikan garapan Pemkot Mojokerto ini merupakan kampung khusus kedua setelah sentra alas kaki kawasan Miji dijadikan kampung sepatu.
”Kita jadikan kawasan Pulorejo sebagai kampung pendidikan, karena  infrastruktur dan SDM relatif cukup lengkap. Dari level TK sampai SMA (SMK) ada di kawasan ini,” kata Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus disela-sela meninjau rehab dua ruang kelas di SMPN 6, Pulorejo, Selasa (9/9) kemarin.
Mas’ud Yunus mengklaim, kampung pendidikan Pulorejo sudah digarap sejak beberapa tahun lalu tatkala dirinya menjabat wakil wali kota. Untuk mendukung terwujudnya kawasan pendidikan itu, sudah disiapkan dana pada APBD 2015 Kota Mojokerto. ”Pada APBD 2015 nanti alokasi anggaran untuk pendidikan sebesar 27% dari total APBD,” terang Wali kota.
Rencana menjadikan kawasan pendidikan bukan asal-asalan. Menurut wali kota pihaknya telah melakukan kajian mendalam terkait berbagai aspek sebelum menjadikan Pulorejo sebagai kampung pendidikan.
”Kampung pendidikan di kawasan Pulorejo ini bukan dimunculkan tiba-tiba, tapi karena kawasan ini layak untuk diberi prediikat itu. Dan karakter masyarakatnya di Pulorejo. Juga mendukung terwujudnya kampung pendidikan,” tandas wali kota lagi.
Jadi, lanjut dia, kampung pendidikan ini digarap serius. Dan yang pasti bukan duplikasi daerah lain yang memiliki kampung semacam. Karena kita punya ikon yang tidak dimiliki daerah lain.
Kendati menjadikan kawasan Pulorejo sebagai kampung pendidikan namun Pemkot tak memberi perlakuan khusus terkait anggaran maupun regulasi. ”Tak ada perlakuan khusus, karena potensinya menopang. Demikian juga untuk regulasi, sampai saat ini kita rasa belum perlu,” kilahnya.
Yang terus didorong, ujar Mas’ud Yunus, peran serta dan partisipasi masyarakat. Masyarakat bisa berperan dalam hal penggiatan lembaga swadaya di bidang pendidikan. Memperkuat keberadaan kampung pendidikan, Pemkot mendesain SMPN 6 sebagai sekolah Adiwiyata. ”SMPN 6 kita plot sebagai sekolah Adiwiyata, sebagai sekolah yang akan menyatu dengan lingkungan sekitar,” tandasnya.
Wali kota meyakini, perwujudan kampung pendidikan tak butuh waktu lama, karena anggaran pendidikan yang dipasang di APBD 2015 relatif ideal. ”Perhatian Pemkot terhadap dunia pendidikan cukup serius. Dan komposisi dalam  APBD 2015 sangat pro pendidikan,” pungkas Mas’ud Yunus. [kar]

Keterangan Foto : Wali Kota Mas’ud Yunus dan Wakilnya Suyitno usai meninjau SMPN6 Kota Mojokerto, Selasa (9/9) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Tags: