Pemkot Minta Gubenur Serahkan Pengelolaan Keramik Dinoyo

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Malang, Bhirawa
Pemkot Malang meminta kepada  Gubernur Jatim, melimpahkan pengelolaan Pabrik Keramik Dinoyo. Alasanya kondisi pabrik saat ini mangkrak dan tidak terawat.
Menurut Wali Kota Malang, Mohammad Anton, jika Pemkot Malang berminat untuk mengelola pabrik keramik itu. Sehingga bisa pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan sangat  besar.
“Kita telah secara resmi meminta kepada Pemprov Jatim, agar Keramik Dinoyo bisa kami kelola sendiri. Kami kami melihat potensinya sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi  jika lahan itu di kelola Pemkot Malang,”terang pejabat yang akrab disapa Abah Anton itu.
Rencanannya jika pabrik itu sudah benar diserahkan kepada Pemkot Malang. Lahan seluas 5 ha, itu akan digunakan untuk tempat pembuatan keramik secara masal bagi masyarakat sekaligus show room keramik terbesar.
Selama ini, kata dia pembuatan keramik yang dilakukan oleh masyarakat adalah produksi rumahan (home industry).  “Selama ini produksi keramik  yang dilakukan oleh masyarakat adalah produk rumahan, sehingga kalau ada pengunjung yang membutuhkan keramik harus pindah dari rumah satu ke rumah lainnya. Kedepan tidak sepeti itu, jika ada masyarakat luar Kota Malang yang ingin membeli berbagai  jenis keramik atau ingin mengetahui proses pembuatan keramik cukup datang di shoroom keramik Dinoyo,”tukas Abah Anton.
Selain itu di lokasi tersebut, para pengrajin keramik bisa memproduksi secara masal, dan memasarkan secara bersama-sama. Ini menurut Walikota yang juga ketua DPC PKB Kota Malang ini akan membantu pemasaran.
Seperti, bangunan Pabrik Keramik Dinoyo milik Pemprov Jatim itu,  didirikan pada tahun 1957 dan  sudah sangat lama mangkrak dan tidak ada aktivitas pembuatan keramik. Sementara mesin pembuatan keramiknya juga tidak difungsikan. Lokasi sangat luas dan berpotensi besar menambah pemasukan bagi pengrajin keramik Dinoyo.
Apalagi Pabrik Keramik itu, memiliki akses jalan yang sangat besar. Ini tentunya akan mempermudah bagi para pengunjung untuk langsung membawa kendaraannya ke halaman pabrik. [mut]

Tags: